Blitar (beritajatim.com) – Bazar Blitar Djadoel diselenggarakan Pemerintah Kota Blitar salah satu tujuannya adalah untuk melestarikan kuliner tradisional. Pada dasarnya kuliner tradisional selalu identik dengan organik namun nyatanya event Blitar Djadoel justru menjadi salah satu penyumbang sampah anorganik atau plastik.
Dari data Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar rata-rata jumlah sampah yang dihasilkan oleh even Blitar Djadoel mencapai 1,5 ton per hari. Dari jumlah tersebut mayoritas sampah yang dihasilkan adalah anorganik atau plastik.
“Rata-rata per hari 1, 5 ton mas, tahun kemarin ya sekarang lbh nya sama 1 – 1,5 ton,” Kata Kepala Dinas DLH Kota Blitar Yayuk Indihartati, Rabu(21/06/23).
Hal itu pun menjadi keprihatinan tersendiri. Pasal event yang mengusung tema tradisional namun pada praktiknya justru mengahasilkan banyak sampah anorganik atau plastik.
Dari pantauan tim beritajatim.com mayoritas penjual atau pedagang di Bazar Blitar Djadoel masih menggunakan plastik untuk wadah dagangan. Sementara penggunaan wadah non plastik masih terlihat minim.
Baca Juga: Jemaah Cadangan Kloter Terakhir Blitar Berangkat Besok, Kemenag: Nanti Haji Dulu Baru Umroh
Sampah plastik memang masih menjadi permasalahan dalam gelaran Bazar Blitar Djadoel. Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar bertekad untuk menyelesaikan permasalahan sampah terutama plastik di Bazar Blitar Djadoel.
“Bercampur mas, mayoritas sampah anorganik seperti plastik,” jelasnya.
DLH Kota Blitar sendiri menerjunkan 10 petugas kebersihan di acara Blitar Djadoel yang digelar selama 5 hari tersebut. Para petugas tersebut bertugas membersihkan lokasi bazar dari sampah pada siang dan sore hari.
Baca Juga: Ciki Ngebul Muncul di Blitar Djadoel, Bukti Tak Ada Seleksi
Langkah ini dilakukan DLH untuk mengatasi permasalahan sampah yang cukup banyak di Bazar Blitar Djadoel. Selain itu upaya ini dilakukan demi menjaga lokasi bazar tetap nyaman bagi pengunjung.
“Kondisional mas tapi yang tetap siaga 10 orang,” imbuhnya.
DLH Kota Blitar pun terus menghimbau masyarakat yang berkunjung ke acara Peter jadul untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain itu para pedagang juga diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik agar sampah anorganik yang dihasilkan di acara event tahunan tersebut bisa berkurang.
“Sampah diupayakan terus berkurang sesuai dengan kebijakan strategis daerah dengan melalui upaya 3R , pembatasan sampah plastik , peran aktif masyarakat untuk mengurangi sampah,” tandasnya. (owi/ted)






