Surabaya (beritajatim.com) – Orang tua yang toxic dapat mengatakan banyak hal yang menyakitkan kepada anak-anak mereka. Pasalnya, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak diucapkan kepada sang anak.
Mengasuh anak memang tidak mudah. Ada kalanya orang tua berada dalam situasi yang sulit, baik secara fisik maupun mental.
Orang tua yang dengan sengaja menyakiti anak dengan kekerasan atau ucapan adalah orang tua yang toxic. Sikap orang tua yang menggunakan rasa takut, ancaman, atau rasa bersalah sebagai senjata melawan anak bukanlah tindakan yang tepat.
Anak-anak adalah makhluk yang sensitif dan mudah bereaksi jika mendengarkan kata-kata. Mereka menangkap dan memahami perilaku emosi orang dewasa di sekitar mereka. Trauma akibat berurusan dengan orang tua yang toxic bisa berdampak jangka panjang.
Melansir Healthshot, berikut ini 5 hal yang sebaiknya tidak diucapkan kepada anak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
1. Mengkritik penampilan anak
Anak-anak sangat rentan dan terekspos ketika mendengar umpan balik dari orang tua mereka. Mengkritik penampilan mereka seperti mempermalukan tubuh mereka, mengomentari pakaian, rambut, atau penampilan mereka secara umum, bisa berarti sangat menghina bagi mereka.
2. Meremehkan anak
Mungkin sulit dipercaya, tetapi anak-anak juga memiliki emosi yang kompleks. Komentar toxic yang meremehkan mereka atau perasaan mereka seperti menyebut mereka bodoh, mengecewakan, tidak berharga atau membuat mereka merasa tidak berguna sangat tidak boleh diucapkan.
3. Perbandingan yang tidak adil
Seringkali, orang tua yang toxic memiliki kebiasaan membandingkan anaknya dengan anak lain. Mereka cenderung membandingkan anak mereka dengan saudara, sepupu atau anak di sekolah mereka.
4. Menyalahkan anak
Orang tua yang toxic apabila dalam keadaan marah atau frustrasi, dapat menyalahkan anak-anaknya tanpa sebab pasti. Komentar seperti, “Aku berkorban begitu banyak untukmu” atau, “kamu membuat hidupku sulit” digunakan untuk membuat anak merasa bersalah dan menjadi pembelaan sepihak orang tua yang tidak ingin bertanggung jawab.
5. Membatasi dan mengekang anak
Orang tua berperan penting dalam membuat keputusan untuk kehidupan anak-anak mereka. Terkadang orang tua memanfaatkan hal ini secara tidak semestinya, seperti membatasi dan memanipulasi anak-anak.
Beberapa contoh komentar orang tua yang bisa bedampak pada anak misalnya mengatakan, “kamu tidak cocok jadi ini” atau kalimat “kamu tidak akan mampu menjadi ini”.
Komentar yang toxic menyebabkan dampak negatif bagi anak. Karena dapat meninggalkan efek emosional yang merugikan seperti:
a. Tidak percaya diri
b. Gangguan Makan
c. Gangguan dismorfik tubuh (penyakit mental yang melibatkan fokus obsesif pada kekurangan penampilan)
d. Kecemasan
e. Depresi
Dalam jangka panjang, kata-kata toxic ini dapat menghalangi anak untuk hidup sehat atau membangun hubungan yang sehat. Komentar toxic dan kritik negatif terus-menerus dari orang tua termasuk penolakan orang tua dapat menyebabkan rasa rendah diri dan bertahan seumur hidup.
Lantas, bagaimana cara orang tua supaya dapat terhindar dari parenting yang toxic?
Poin utama yang harus disadari di sini adalah bahwa anak-anak hanyalah manusia kecil dengan emosi yang kompleks, sama seperti orang dewasa.
Jadi, mulailah dengan menghargai anak-anak. Ingatkan diri bahwa anak-anak adalah masanya belajar tentang kehidupan. Tempatkan diri sendiri pada posisi mereka dan pikirkan tentang bagaimana perasaan mereka jika terus menerus mendapatkan tekanan negatif dari orang yang dicintai.
Orang tua yang ideal adalah mereka yang ingin dan selalu belajar menjadi lebih baik untuk anak-anak mereka. (kai/nap)






