Surabaya (beritajatim.com)- Berwisata ke Pasuruan terasa belum lengkap jika kalian tidak membeli oleh-oleh legendaris Bipang Jangkar.
Camilan manis berbahan dasar beras ini telah menjadi ikon oleh-oleh khas Pasuruan yang selalu diburu Wisatawan.
Bipang Jangkar merupakan camilan tradisional dengan bahan dasar beras yang diolah hingga mengembang yang kemudian disatukan dengan larutan gula.
Teksturnya renyah dengan cita rasa manis yang khas. Proses pembuatan pun tidak mudah. Diketahui proses mengolah berasnya harus pada suhu tinggi dan dipadukan dengan takaran gula yang tepat agar butiran beras dapat melekat dengan sempurna.
Bermula dari usaha rumahan seorang perantau China bernama Kwee Pwee Bok di Pelabuhan Pasuruan pada tahun 1949.
Saat itu, dirinya menjual berbagai permen dan kue dengan bahan dasar beras dengan sebutan bipang.
Nama “Jangkar” sendiri terinspirasi dari Pasuruan, yang pada saat itu dikenal sebagai Kota Pelabuhan di Pulau Jawa. Sehingga putra pertama Kwee Pwee Bok yang bernama Kwee Ik Sam mengusulkan nama tersebut untuk dijadikan simbol usahanya.
Seiring waktu, Bipang Jangkar semakin dikenal luas dan mendapat respon positif sebagai oleh-oleh khas pasuruan dengan cita rasa dan aroma yang manis.
Bipang Jangkar juga terus berinovasi dengan menciptakan berbagai varian rasa baru seperti, strawberry, melon, blueberry, barbeque, keju, dan rasa lainnya. Inovasi tersebut membuat
Bipang Jangkar tetap relevan dan digemari wisatawan dari berbagai kalangan. Tak heran jika camilan manis ini menjadi salah satu oleh-oleh yang wajib dibeli wisatawan saat berwisata ke Pasuruan. [Wakhdah Alisa Berliana Putri]






