Banyuwangi (beritajatim.com) – Tiap tahun, Pemkab Banyuwangi menggelar Anugerah Musik Banyuwangi (AMB). Tujuannya tidak lain untuk menumbuhkan musikalitas daerah. Event rutin ini berisikan lomba cipta lagu dan kompetisi menyanyi lagu bahasa Using yang dikemas dalam Festival Gendhing Using.
Tercatat ratusan anak muda turut ambil bagian pada event ini. Mereka antusias menyanyikan lagu daerah Using. Seperti yang terlihat saat final Festival Gending Using (FGU) Banyuwangi yang berlangsung di Amphiteater Radio Blambangan.
“Ada banyak kompetisi pencarian bakat penyanyi, tapi masih sedikit yang khusus menjaring penyanyi berbakat untuk lagu-lagu berbahasa daerah seperti di Banyuwangi. Ini kami lakukan karena ingin regenerasi pelantun musik Using terus berjalan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ajang pencarian bakat penyanyi lagu daerah ini berhasil melahirkan bintang-bintang baru yang akan menjadi penerus dalam melestarikan tembang musik berbahasa Using. Pada final FGU ini lagu yang tampilkan oleh para finalis merupakan lagu-lagu lawas hingga yang saat ini sedang hits.
Sedangkan pada kategori anak-anak lagu-lagu yang dibawakan bertema permainan dan persahabatan seperti Bang Cilang-Cilung, Tanah Kelahiran dan Luk-Luk Lumbu. “Peserta FGU menjaring penyanyi berbakat daerah mulai anak-anak hingga dewasa sebagai upaya menumbuhkan kecintaan pada musik daerah sejak dini,” ujar Ipuk.
Salah satu peserta FGU, Ambril Bima mengaku senang mengikuti lomba FGU anak. Bagi dia, lagu Using mempunyai keunikan tersendiri dalam membawakannya. “Happy, ini mengasah saya untuk percaya diri membawakan lagu di panggung. Semoga saya tetap semangat mengasah kemampuan bernyanyi bahasa Using,” ujar Bima. (rin/kun)






