Surabaya (beritajatim.com) – Satlantas Polrestabes Surabaya terus berinovasi untuk membenahi berbagai fasilitas dan pelayanan demi kenyamanan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Colombo. Salah satu inovasi adalah dengan menyediakan TV berukuran 42 inch di ruang tunggu dan menyediakan kopi, teh dan air putih gratis.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu mengatakan dengan mengubah sedikit tata ruang tunggu diharapkan para pemohon yang antre tidak jenuh. Apalagi sudah disediakan teh, kopi, dan air mineral yang bisa diambil sepuasnya.
“Kita ingin mengubah persepsi jika mengurus SIM itu ribet, lama atau tidak nyaman. Kita buat senyaman mungkin. Termasuk petugas yang melayani juga kami wajibkan untuk melayani pemohon sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” kata Galih, Selasa (28/7/2026).
Selain mengubah tata ruang, jumlah orang yang bisa masuk ke loket pelayanan pun dibatasi. Caranya, para pemohon SIM yang sudah menjalani tes psikologi dan kesehatan akan langsung diberi kertas barcode yang berfungsi untuk masuk ke area utama. Barcode tersebut juga berfungsi untuk membuka pintu sekat ketika para pemohon akan menjalani tes praktik dan keluar area utama.
“Kami membatasi orang yang bisa masuk ke area utama. Sehingga suasananya nyaman. Lalu juga menghadang pihak yang tidak berkepentingan untuk masuk ke area pelayanan. Terutama calo,” jelas Galih.

Sementara itu Kanit Regident Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Tri Arda Meidiansyah menjelaskan, penggunaan barcode yang sudah berlangsung selama 1,5 tahun itu efektif meningkatkan pengurusan SIM secara mandiri. Karena sesuai aturan hanya pemohon SIM yang bisa mendapatkan barcode. Pihak petugas di loket satupun terlebih dahulu melakukan verifikasi berulang sebelum menyerahkan kertas barcode.
“Kami ingin agar masyarakat bisa melakukan pengurusan SIM mandiri. Kami sediakan fasilitas dan pelayanan yang prima. Sehingga masyarakat tidak lagi berpikir jika mengurus SIM mandiri itu ribet atau tidak nyaman,” tegasnya.
Salah satu pemohon SIM yang hadir di Satpas Colombo pada Selasa (28/7/2026) Eka Wardana (18) mengapresiasi fasilitas dan pelayanan yang disediakan. Ia bercerita jika sebelumnya sempat memiliki pemikiran jika mengurus SIM tanpa bantuan jasa pihak ketiga akan menjadi ribet. Namun, ia lebih memilih mengurus sendiri karena didorong rasa penasaran.
“Awalnya penasaran aja bagaimana kalo ngurus sendiri. Karena sebelumnya ditakut-takuti kalo ngurus mandiri ga bakal bisa lulus. Saya modal nekat aja sih mas. Alhamdulillah langsung lulus,” terang Eka.
Eka mengajak para warga Surabaya atau pemohon SIM yang akan melakukan pengurusan di Satpas Colombo agar melakukan pengurusan mandiri. Baginya, selama ada persiapan maka materi yang diujikan cenderung mudah.
“Sayang uangnya jika pakai jasa pihak ketiga. Mending urus sendiri. Sudah hemat, toh juga ga susah, asal sudah punya persiapan,” pungkas warga Kendung Jaya, Benowo itu. (ang/but)






