Sidoarjo (beritajatim.com) – Founder Tim BHS Peduli, Ir. H Bambang Haryo Soekartono menggelar bakti sosial dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di Pasar Krian, Kamis (24/8/2023).
Kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis tak hanya menyasar untuk pedagang, namun juga ratusan masyarakat yang beraktivitas di pasar. Bambang Haryo bersama timnya juga memberikan apresiasi untuk para pedagang teladan di pasar tersebut.
Bambang Haryo mengaku sengaja melakukan hal itu mengingat para pedagang adalah garda terdepan ekonomi daerah yang kurang maksimal dalam pemantauan kesehatan.
Baca Juga: Elektabilitas Ganjar Salip Prabowo, PDIP Surabaya: Door to Door, Tancap Gas!
“Saya ingin melihat kondisi dari pada pasar dan pedagangnya. Mulai dari infrastruktur dan kesehatan para pedagang disini,” ucapnya.
Bambang menambahkan aksinya kali ini juga ingin melihat dan meninjau kondisi pasar mengenai infrastruktur dan layanan bagi masyarakat yang ada di Pasar Krian. Dia juga meminta pemerintah daerah untuk lebih memaksimalkan proyeksi dari kemanfaatan pasar sebagai penunjang ekonomi daerah.
“Seperti yang sudah-sudah saya berharap pemerintah lebih maksimal lagi dalam memberikan perhatian nya untuk pedagang dan konsumen di pasar. Apalagi mereka saat ini mengalami kelesuan lantaran daya beli masyarakat berkurang,” imbuh Caleg 2024 dari Partai Gerindra di DPR RI dari Dapil Jatim l itu.
Baca Juga: Khofifah: Jadi Penguat Peningkatan Kualitas SDM di Jatim
Bambang menegaskan perlu adanya inovasi yang dijembatani oleh pemerintah terkait pemahaman pasar digital kepada pedagang pasar tradisional. Dia tak menampik jika pemasaran melalui digital menjadi salah satu solusi.

“Mungkin pemerintah bisa memasang jaringan internet melalui wifi gratis untuk pedagang agar mereka bisa menjajaki pasar online atau digital. Saya tadi dapat informasi dari pedagang kalau sudah ada yang merambah ke pasar digital dan omset nya bagus jauh lebih dari konvensional di pasar. Nah ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tutur anggota DPR RI tahun 2014-2019 itu.
Pria yang akrab disapa BHS itu mengaku siap memberikan pendampingan berupa pelatihan di bidang pasar digital dan memberikan bantuan jaringan wifi sebagai langkah dalam antisipasi kesenjangan arus informasi digital di sektor pasar tradisional.
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr Benyamin Kristianto yang hadir dalam giat tersebut mengatakan para pedagang atau masyarakat yang belum mampu membayar tunggakan atau belum tercover BPJS bisa diberikan dispensasi.
Baca Juga: Jember Turunkan Lima Atlet Berkuda Incar 3 Emas Porprov Jatim
“Kemarin kami Fraksi Gerindra telah melakukan rapat di Jakarta bahwa keuntungan BPJS pasca Covid-19 kemarin mencapai Rp. 6 Triliun lebih. Nah ini yang kita dorong agar dimanfaatkan untuk memberikan dispensasi bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki tunggakan atau belum dicover BPJS,” ungkapnya.
Benyamin menegaskan jika masyarakat yang memiliki tunggakan tidak semua berniat tidak membayar secara sengaja. Namun yang pasti mereka memang dalam keadaan sulit yang butuh perhatian dari pemerintah. “Kita akan dorong dispensasi itu,” tegasnya.
Ketua himpunan pedagang pasar (HPP) Pasar Krian Sholeh, mengungkapkan jika perhatian dari Bambang Haryo Soekartono bersama tim BHS peduli sangat bermanfaat. Baik dari pengobatan dan cek kesehatan gratis serta bantuan pemasangan wifi.
“Alhamdulillah pak BHS tahu sendiri apa yang menjadi keluhan para pedagang. Utamanya terkait Wifi dan pengobatan gratis tadi ini sangat bermanfaat bagi kami semua,” ungkap Sholeh. (isa/ian)






