Gresik (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik mulai besok menggelar debat publik perdana besok (6/11) di salah satu hotel berbintang. Meski hanya diikuti satu pasangan calon (paslon) Yani-Alif, cabup dan cawabup tersebut akan menjawab pertanyaan dari para panelis. Sejumlah pertanyaan dari masyarakat yang telah dihimpun tiga hari lalu juga turut akan dilontarkan oleh panelis.
Komisioner KPU Gresik Divisi Parmas Kholyatul Mudznibah menuturkan, pelaksanaan debat publik hanya mensosialisasikan profil, visi dan misi cabup-cawabup termasuk program kerjanya. “Berdasarkan keputusan KPU nomor 1363, kegiatan debat publik wajib dilaksanakan dan difasilitasi meski cuma satu paslon,” tuturnya, Senin (5/11/2024).
Ia menambahkan, debat publik yang digelar ini juga dalam rangka menyebarluaskan tahapan pilkada. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai calon yang berkontestasi di pilkada serentak. “Melalui debat publik ini masyarakat mengetahui calonnya pada masa pemungutan suara 27 November 2024 mendatang,” imbuhnya.
Masih menurut Kholyatul, nantinya prosesi debat berjalan enam sesi. Mulai dari tata tertib, penyampaian visi dan misi, penajaman visi serta misi. Kemudian dilanjut dengan pertanyaan dari panelis. “Kami pastikan moderator yang mengatur debat publik diambil dari orang netral selama memadu jalan prosesi debat,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Yani-Alif, Akhmad Roni mengatakan, topik dalam debat nanti lebih mengkedepankan peningkatan pelayanan publik. Termasuk diantaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. “Semua itu sudah dirangkum jadi satu melalui visi nawa karsa jilid II Yani-Alif. Tentu akan dijabarkan secara rinci melalui program-program strategis,” urainya.
Roni menuturkan, salah satu program yang menjadi andalan yakni Gresik Tuntas. Akronim dari tanggap, unggul, nyaman, transparan, akuntabel, dan selesai. Itu semha wujud komitmen Yani-Alif untuk membangun pemerintahan yang bersih dan melayani. Serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. “Dengan prinsip tanggap, pemerintah akan hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandasnya. [dny/kun]






