Magetan (beritajatim.com) – Satini dan Nyamin, arga RT 04 RW 01 Dusun/Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan, Jawa Timur memilih tinggal di rumah meski tebing di samping rumahnya masih rawan longsor susulan. Teras rumah mereka sudah diterjang longsor dari tebing setinggi 15 meter yang menopang rumah tetangga mereka Suwaji pada Rabu (15/12/2022) pukul 14.30 WIB.
Satini mengatakan jika dia memilih tinggal di rumah. Dia menyadari jika ada potensi longsor susulan dari tebing yang sudah longsor di depan rumahnya. Namun, dia mengaku tak memiliki pilihan lain. Dia memilih tetap tinggal di rumah untuk menjaga rumah meski dia mengharap jika ada pencegahan yang dilakukan untuk potensi longsor susulan.
“Saat kejadian, saya posisi sedang tidak di rumah. Jadi saya tidak tahu bagaimana kejadiannya. Namun, setelah ada kejadian ini saya tetap ingin tinggal di rumah meski takut kalau ada longsor lagi. Tebingnya masih begitu,” kata Satini saat ditemui brtitajatim.com di rumahnya, Kamis (15/12/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”longsor”]
Dia mengaku jika bukan pertama kali rumahnya kena material longsor meski tak sampai roboh. Tebih di samping rumahnya yang diatasnya ada rumah-rumah tetangganya itu memang berpotensi longsor. Terlebih, saat cuaca ekstrem atau hujan deras mengguyur setiap hari dan lebih dari setengah jam.
Saat ini material longsor sudah dibersihkan oleh warga bersama BPBD Magetan dan petugas gabungan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi membenarkan kejadian itu dan kemudian pihaknya telah melakukan asesmen. Pembersihan material baru dilakukan hari ini (15/12/2022).
“Upaya kemarin, kami berikan bantuan darurat berupa terpal untuk mencegah longsor susulan. Hari ini kami dibantu TNI, POLRI, Potensi Relawan dan Masyarakat melakukan kerja bakti pembersihan material longsor. Untuk langkah lanjutan mungkin akan kami berikan karung atau jumbo bag yang akan diisi pasir atau tanah yang disusun sebagai penahan tebing,” kata Eka pada beritajatim.com, Kamis (15/12/2022).
Dia membenarkan jika kawasan Desa Gonggang cukul rawan longsor. Hal itu berdasarkan registrasi bencana di tahun-tahun sebelumnya. Kemudian, Desa Gonggang merupakan desa tangguh bencana di mana masyarakat dan pemdesnya siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana dan bisa mengantisipasinya. (fiq/kun)






