Pasuruan (beritajatim.com) – Dinamika pilkada di Kabupaten Pasuruan kian memanas setelah salah satu kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Shobih Asrori dipecat dari keanggotaannya. Diketahui Shobih sendiri dipecat menjelang detik-detik pelantikannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
Pemecatan Shobih ini diketahui karena dirinya berpaling dari PKB dan memilih menjadi Bacawabup dengan Rusdi Sutejo yang merupakan kader dari Gerindra. Saat ditanya terkait pemecatannya dari PKB Shobih mengatakan bahwa dirinya sudah menyiapkan itu jauh-jauh hari.
“Sudah aku siapin surat pengunduran diri ini, bahkan sudah lama, dan pastinya ini sudah dipikirkan secara matang. Tapi memang untuk mengasihkan surat ini saya menunggu moment yang tepat, tapi malah keduluan,” jelas Shobih, Rabu (21/8/2024).
Shobih juga mengatakan bahwa polemik pemecatannya yang diumumkan leh PKB kemaren dikantor DPC hanya untuk mengurangi elektabilitasnya. Bahkan dirinya mengatakan bahwa hal tersebut harusnya sudah menjadi hal yang lumrah pada pilkada.
Pada pilkada sebelumnya, juga pernah terjadi kasus serupa, namun kali ini menurut Shobih kader DPC PKB terlalu memperbesarkan masalah. Dirinya juga masih yakin jika suatu saat nanti jika dirinya ingin kembali ke PKB masih bisa diterima.
“Pemikiran ini sudah matang karena saya melihat calon yang diusung oleh PKB sendiri kurang mencerminkan anak muda, padahal sekarang kan sudah zamannya Gen Z. Lalu waktu ada tawaran itu ya saya ambil saja,” imbuhnya.
Shobih sendiri mengatakan bahwa dirinya menerima tawaran menjadi Bacawabup oleh partai Gerindra tersebut juga karena warga Nahdatul Ulama. Mengingat di Kabupaten Pasuruan sendiri saat ini mayoritas penduduknya 60 persen agamis dan sisanya yakni 40 persen nasionalis. [ada/beq]






