Surabaya (beritajatim.com) – Ada nama baru di jajaran pengurus Partai Perindo Jatim. Dia adalah Muhammad Rifqi Pramantyo. Tokoh NU asal Malang yang akrab dipanggil sebagai Mas Kiai ini resmi dilantik oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) pada Minggu (7/5/2023) kemarin.
Partai Perindo Jawa Timur memiliki optimisme kuat untuk meraih suara besar di Jawa Timur. Di antara strateginya, adalah merekrut sejumlah figur religius berlatar Nahdlatul Ulama (NU) untuk menduduki struktur partai.
Di partai berlambang burung garuda yang membentangkan sayap ini, Mas Kiai dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua I Bidang Organisasi DPW Partai Perindo Jawa Timur. Ia akan membantu Letjen TNI (Purn) R. Wisnoe Prasetja Boedi sebagai Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur untuk memperkuat mesin partai melalui organisasi.
Hary Tanoe pun tak memungkiri, strategi menggandeng figur NU diharapkan bisa mendongkrak perolehan suara di Jawa Timur sebagai basis NU. Mengingat, target partainya cukup tinggi, yakni mendapat 14 kursi DPR RI dan 16 kursi DPRD provinsi dari dapil Jatim. “Ya tentu (mempertimbangkan figur kiai atau NU). Wakil Ketua Bidang Organisasi yang juga memiliki kedekatan dengan NU. Tentunya, basis NU kan memang kuat di sini,” kata HT.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/kecelakaan-beruntun-di-magetan-libatkan-4-kendaraan/
Dikonfirmasi terpisah, Mas Kiai memastikan akan langsung bergerak setelah pelantikan. Menurutnya, kerja politik bukanlah hal asing baginya sebab dia juga merupakan mantan anggota PDI Perjuangan.
“Saya sebelumnya memang kader banteng, PDI Perjuangan. Namun, dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami melabuhkan tekad di partai ini,” katanya di Surabaya, Senin (8/5/2023).
Menurutnya, ada beberapa alasan pihaknya memilih membesarkan Partai Perindo dengan keluar dari PDI Perjuangan. Di antaranya, semangat Partai Perindo dalam membangun ekonomi umat. “Partai Perindo sangat fokus dalam pembangunan ekonomi. Saya bersama Bapak Ketua (Wisnoe) ingin mewujudkan kesejahteraan Jawa Timur melalui partai ini,” katanya.
Ia mencontohkan adanya kader Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo, yang kini dipercaya masuk dalam kabinet Presiden Joko Widodo dengan menduduki posisi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). “Ini adalah implementasi partai dalam mengangkat ekonomi kreatif di Indonesia,” kata pria berlatarbelakang pengusaha ini.
Memimpin bidang organisasi, ia bergerak cepat untuk merapikan struktur organisasi di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Juga, merapikan badan-badan partai seperti badan pemenangan pemilu, taskforce dan regenerasi sayap partai, hingga pembentukan badan saksi. “Organisasi ini sebenarnya sudah ada. Tinggal menyalakan, dan bergerak memenangkan Pemilu 2024,” tandas pria ahli dalam psikologi politik ini.
Menariknya, meskipun memiliki posisi strategis di partai, dia memilih untuk tidak maju dalam Pemilu 2024 ini. “Jawa Timur merupakan medan tempur politik. Sehingga, saya ingin fokus kerja untuk menghidupkan mesin partai terlebih dahulu,” katanya.
Memiliki latarbelakang NU, Mas Kiai memastikan akan berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga Nahdliyin. Untuk mendengar aspirasi tersebut, pria asal Malang ini akan melakukan kerja partai dengan menyasar simpul Nahdliyin.
“Alhamdulillah, saya juga dibesarkan bersama teman-teman berlatarbelakang NU. Sehingga, tentu ini akan semakin mudah dalam kerja-kerja nantinya,” kata pria 26 tahun tersebut.
Ini bukan kali pertama tokoh berlatarbelakang religius bergabung dengan Perindo. Sebelumnya, ada Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Perindo. Di partai barunya, Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dipercaya menjadi Ketua Harian Nasional Perindo. (tok/kun)






