Banyuwangi (beritajatim.com) – Pesatnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang signifikan bagi kesejahteraan warga di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bagaimana pelestarian budaya mampu menggerakkan roda perekonomian lokal secara inklusif pada Selasa (3/2/2026).
Geliat ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga penduduk lanjut usia yang tetap produktif. Warga mendapatkan berkah rupiah dari kunjungan wisatawan yang terus mengalir ke desa dengan identitas adat yang kuat tersebut.
Salah satu potret keberhasilan ini tercermin dari aktivitas Mbah Ning, warga berusia 81 tahun yang masih berdaya di tengah kemajuan pariwisata. Ia kini terlibat aktif melayani wisatawan dengan kepiawaiannya mengolah kuliner tradisional khas suku Osing.
“Kalau ada tamu, saya ikut masak. Mereka kan minta yang khas Kemiren, seperti Pecel Pitik, Ayam Kesrut. Dari sini sudah bisa dapat penghasilan,” ujarnya.
Pemanfaatan keahlian memasak ini membuat warga senior seperti Mbah Ning tetap memiliki penghasilan mandiri meski tidak lagi sanggup bekerja di ladang. Aktivitas ini sekaligus menjaga autentisitas rasa kuliner lokal yang menjadi daya tarik utama bagi para pelancong.
“Bagi yang sudah tua seperti saya, ini sangat membantu. Kerja di sawah juga sudah terlalu berat,” terang Mbah Ning.
Di sisi lain, sektor pariwisata memberikan ruang kreativitas yang luas bagi kalangan muda untuk menjaga sekaligus melestarikan tradisi leluhur. Kesadaran untuk merawat budaya semakin tumbuh seiring dengan tingginya apresiasi dari tamu mancanegara maupun domestik.
“Desa kami sering didatangi tamu sejak menjadi desa wisata. Itu jadi dorongan bagi kami yang muda-muda untuk ikut melestarikan budaya,” kata Rika, salah satu penggerak muda di Desa Kemiren.
Rika dan kawan-kawannya kini tidak perlu meninggalkan tanah kelahiran untuk mencari pekerjaan di kota besar karena potensi desa yang menjanjikan. Mereka aktif menawarkan jasa kepariwisataan dan mengelola pesanan kuliner yang menjadi sumber pendapatan utama keluarga.
“Dari sana, keluarga saya dapat tambahan penghasilan. Wisata benar-benar memberi dampak ekonomi bagi keluarga kami,” sambung Rika.
Berdasarkan data dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kemiren, saat ini telah tumbuh sebanyak 22 unit usaha kecil-menengah yang dikelola warga. Sektor usaha ini didominasi oleh bidang makanan, minuman, hingga penyediaan produk sandang bernuansa lokal.
Fasilitas akomodasi juga berkembang pesat dengan berdirinya 40 unit homestay yang sebagian besar memanfaatkan rumah tinggal pribadi milik penduduk. Selain itu, terdapat kamar-kamar yang sengaja dibangun khusus untuk memenuhi standar kenyamanan tempat menginap bagi para tamu.
Ketua Pokdarwis Desa Kemiren, Moh Edy Saputro, menjelaskan bahwa keberadaan pariwisata turut menjadi penyokong utama kelangsungan sanggar kesenian. Hal ini sangat penting guna memastikan regenerasi seniman suku Osing tetap berjalan di tengah arus modernisasi.
“Adanya wisata juga membuat sanggar kesenian tetap hidup. Di Kemiren, sanggar kesenian berjumlah 18. Semuanya adalah sanggar yang melestarikan kebudayaan adat suku Osing,” kata Moh Edy Saputro.
Tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Kemiren tercatat cukup stabil dengan rata-rata mencapai 2 ribu hingga 4 ribu orang setiap tahunnya. Pokdarwis kini tengah berupaya keras untuk mengembalikan performa kunjungan puncak seperti periode sebelum pandemi melanda.
“Sebelum pandemi Covid-19, kunjungan di Desa Wisata Kemiren sempat menyentuh angka 18 ribu kunjungan. Itu terjadi pada 2019. Namun setelah pandemi, kami berupaya menyuguhkan kebudayaan dalam pariwisata sebaik mungkin untuk mengulang kembali capaian waktu itu,” imbuhnya.
Prestasi Desa Kemiren telah diakui secara global melalui berbagai penghargaan bergengsi, termasuk gelar Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia dari UN Tourism. Pencapaian lainnya mencakup Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 serta Internasional The 5th ASEAN Homestay Award pada awal tahun 2025. [alr/beq]






