Surabaya (beritajatim.com) – Produsen kue keranjang di Kalidami, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya mulai kebanjiran pesanan sampai luar-luar pulau, menjelang perayaan imlek tahun 2026.
Produsen atau pemilik usaha kue keranjang yang sudah berdiri sejak 2008 itu perempuan, bernama Tjik Lidyana. Ia mengaku, dalam sehari bisa memproduksi samapi 300 kotak atau pieces/pcs kue.
“Jumlah produksinya sehari bisa 150 hingga 300 kotak (pcs) dengan berbagai ukuran,” ujar Lidyana hari Kamis (29/1/2026).
Ia menyampaikan konsumen yang memesan kue keranjang di tempatnya ini, berasal dari berbagai daerah. Mulai dalam Kota Surabaya, Kalimantan, hingga Papua.
“Pengiriman bukan cuma Surabaya. Tapi juga ke Sidoarjo, Gresik, Kalimantan, Papua, Bali, sampai Manado,” urainya.
Perempuan paruh baya itu juga mengungkapkan, dalam sekali produksi Tjik Lidyana bisa menghabiskan bahan baku 40 kg tepung. Dia pun menyatakan, sejak ramainya orderan masuk satu pekan lalu dirinya dibantu oleh lima orang pekerja (pegawai).
“Karena kalau sudah mendekati Imlek, biasanya pesanan jauh lebih ramai lagi. Memasaknya pun lumayan lama, antara 14 sampai 15 jam dengan dua panci berukuran besar sekaligus,” terangnya.
Lebih lanjut, Lidyana menceritakan bahwa dirinya sangat menikmati pekerjaanya sebagai produsen kue sajian khas imlek. Dia menjelaskan di dalam kue keranjang ini; mengandung segudang makna filosofis.
“Maknanya ada biar lengket, ketemu terus. Selain itu, kue ini biasanya juga dibuat untuk sembahyang, dan dibagikan ke saudara-saudara,” tutup dia. (rma/ted)






