Surabaya (beritajatim.com) – Kabupaten Kediri mendapatkan peringkat kedua terbaik se-Indonesia terkait pengelolaan aset irigasi dalam penilaian Elektronik Pengelolaan Aset Irigasi dan Kinerja Sistem Irigasi (e-PAKI).
Kabupaten Kediri berada di urutan kedua penilaian progres e-PAKSI tertinggi setelah Kabupaten Pandeglang. Data DPUPR, angka PAI Daerah Irigasi (DI) mencapai 632.
Untuk urutan ketiga di bawah Kabupaten Kediri, ada Kabupaten Sleman, Kabupaten Ngawi urutan keempat, Kabupaten Serang urutan kelima, Kabupaten Majalengka urutan keenam.
Cuplikan di atas merupakan salah satu dari lima berita populer di Beritajatim.com pada Minggu, 22 Januari 2023. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Kabupaten Kediri Peringkat Kedua se-Indonesia
Pemerintah Kabupaten Kediri Jawa Timur mengikuti sejarah dalam penilaian Elektronik Pengelolaan Aset Irigasi dan Kinerja Sistem Irigasi (e-PAKI). Kabupaten Kediri berhasil meraih peringkat kedua se-Indonesia penilaian progres e-PAKSI Tertinggi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) setempat menyebutkan, Kabupaten Kediri berada di urutan kedua penilaian progres e-PAKSI Tertinggi setelah Kabupaten Pandeglang. Data DPUPR, angka PAI Daerah Irigasi (DI) mencapai 632, Indek Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) 2020 (DI) 630, IKSI tahun 2021 (DI) sebesar 378 dan IKSI tahun 2022 (DI) sebesar 16.
Berita selengkapnya: Kabupaten Kediri Peringkat Kedua se-Indonesia
2. Empat Perempuan Jadi Korban Dugaan Pencabulan Oknum Kiai di Jember
Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menyatakan, ada empat perempuan yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh Kiai FM. Mereka dicabuli di ruang studio di pondok pesantren yang diasuh FM.
“Korban tidak kami sebutkan nama-namanya,” kata Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, usai konferensi pers di Markas Polres Jember, Jumat (20/1/2023).
Hery mengingatkan wartawan agar tak vulgar dalam memberitakan kasus tersebut. “Sampeyan harus ingat hak korban. Jejak digital ini sampai kapanpun akan ada,” katanya.
Berita selengkapnya: 4 Perempuan Jadi Korban Dugaan Pencabulan Oknum Kiai di Jember
[berita-terkait number=”5″ tag=”viral”]
3. Kapolres Jember: Pers Jangan Vulgar Beritakan Dugaan Pencabulan Santriwati
Media massa diimbau berhati-hati dalam memberitakan kasus dugaan pencabulan santriwati di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Imbauan ini meluncur dari Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, usai konferensi pers di Markas Polres Jember, Jumat (20/1/2023).
Tersangka kasus dugaan pencabulan ini adalah Kiai FM, dengan korban empat orang. “Saya ingatkan ya teman-teman, jangan vulgar memberitakan. Sampeyan harus ingat hak korban. Jejak digital ini sampai kapanpun akan ada,: kata Hery.
“Yang kita pikirkan, mereka juga punya masa depan yang harus kita lindungi bersama. Jadi saya minta tolong kepasda rekan-rekan sekalian. Tidak ada inisial, tidak ada nama disebutkan apapun di situ, termasuk dengan pondoknya. Kita lindungi bersama hak perempuan dan anak supaya tidak terlanggar. Pemberitaannya tolong di ini,” kata Hery.
Berita selengkapnya: Kapolres Jember: Pers Jangan Vulgar Beritakan Dugaan Pencabulan Santriwati
4. Warga Mojokerto Cabut 50 Pohon dan Bawa Kabur Umbi Singkong
Lahan milik petani di Kabupaten Mojokerto disatroni maling. Pencurian tanaman singkong terjadi di lahan sawah yang disewa Syifudin (47) di Dusun Sarirejo, Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri. Sebanyak 50 pohon singkong dicabut dan diambil umbinya oleh pelaku.
[berita-terkait number=”3″ tag=”viral”]
Pencurian singkong tersebut diketahui korban padaJumat (20/1/2023) sekira pukul 04.45 WIB. Warga Dusun Ngrambut, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ini mendapati tanaman singkong miliknya rusak. Ada sebanyak 50 pohon pisang dicabut, sementara umbinya raib.
Di sekitar lokasi, ditemukan sepeda motor Yamaha Mio nopol S 3022 RH warna putih yang diduga milik pelaku. Aksi tersebut berhasil terungkap setelah petugas dari Unit Reskrim Polsek Puri melakukan penyelidikan. Pelaku tidak lain adalah Joko Sutrino (35).
Berita selengkapnya: Warga Mojokerto Cabut 50 Pohon dan Bawa Kabur Umbi Singkong
5. Bukan di Jl Cokroaminoto Kota Madiun, Dulu di Sini Letak Kelenteng Hwie Ing Kiong
Kelenteng Madiun atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong dulunya tak terletak di Jalan Cokroaminoto Kelurahan Pandean Kecamatan Taman Kota Madiun.
Ketua Pegiat Sejarah Historia Van Madiun Septian Dwita Kharisma menjelaskan, kelenteng itu terletak di pinggir sungai Bengawan Madiun. Dia sempat mendapatkan tradisi lisan yang mengatakan soal letak kelenteng.
Iyan, sapaan akrab Septian Dwita Kharisma menerangkan, kelenteng itu dipindah setelah peran seorang Kapiten Tionghoa yang bernama Liem Koen Tie. Pimpinan warga Tionghoa di Madiun di Era Belanda itu berhasil menyembuhkan Istri Residen Madiun J. Mullemeister yang sakit.
Berita selengkapnya: Bukan di Jl Cokroaminoto Kota Madiun, Dulu di Sini Letak Kelenteng Hwie Ing Kiong
Itulah beberapa berita populer yang tayang di portal Beritajatim.com – Portal Berita Jawa Timur Hari Ini Minggu 22 Januari 2023. (ian)






