Magetan (beritajatim.com) – Tradisi sakral kembali menghidupkan kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Melalui rangkaian Labuhan Sarangan dan Sarangan Festival 2026, masyarakat setempat meneguhkan nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan yang telah diwariskan lintas generasi.
Labuhan Sarangan merupakan upacara adat masyarakat Kelurahan Sarangan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga simbol identitas budaya masyarakat Sarangan yang terus lestari hingga kini.
Ritual Labuhan Sarangan rutin digelar setiap tahun di kawasan Telaga Sarangan pada Jumat Pon, Bulan Ruwah. Pada tahun 2026, pelaksanaannya jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Momentum ini menjadi bagian penting dalam kalender budaya Kabupaten Magetan.
Pengakuan terhadap nilai budaya Labuhan Sarangan juga diperkuat dengan penetapannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) dari Kabupaten Magetan pada tahun 2025, dengan domain adat istiadat, ritus, dan perayaan tradisional.
Selain ritual labuhan, semarak budaya juga hadir melalui Sarangan Festival 2026 yang digelar selama dua hari, memadukan unsur doa, tradisi sakral, dan hiburan rakyat di ikon wisata Telaga Sarangan.
Pada Kamis, 15 Januari 2026, rangkaian acara diawali dengan Kirab Wedhus Kendhit, selamatan di pulau, doa bersama, serta malam tirakatan. Hari pertama festival menjadi refleksi rasa syukur dan harapan, sarat nilai spiritual, kearifan lokal, serta kebersamaan masyarakat Sarangan.
Puncak acara berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026, menghadirkan larung tumpeng dan pawai budaya, diiringi karawitan, pentas reog, dan campursari. Ritual sakral berpadu dengan kemegahan seni tradisi Nusantara, menciptakan pengalaman budaya yang kuat dan berkesan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Sarangan Festival tidak sekadar perayaan, tetapi menjadi ruang hidup bagi tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Di tengah pesona alam Telaga Sarangan, kekuatan doa, budaya, dan kebersamaan kembali menyala, menegaskan Sarangan sebagai salah satu simpul penting warisan budaya di Jawa Timur. [fiq/aje]






