RINGKASAN BERITA:
- Tercatat sebanyak 90.956 jemaah haji Indonesia menyetorkan pembayaran dam secara resmi di Tanah Suci melalui platform Adahi.
- Kemenhaj menyediakan fitur pelacakan digital agar jemaah dan keluarga bisa memantau status eksekusi penyembelihan hewan secara real-time.
- Audit syariah dari Amirul Hajj mengonfirmasi bahwa seluruh parameter pemotongan kambing di Adahi sah memenuhi hukum fikih Islam.
- Mayoritas logistik daging dam jemaah Indonesia tahun 2026 dialokasikan untuk misi kemanusiaan membantu masyarakat Palestina.
Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan bahwa tata kelola, pengadaan, hingga eksekusi penyembelihan hewan dam (denda) bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H / 2026 M berjalan transparan, profesional, dan sah secara hukum fikih. Integrasi sistem ini menjadi jawaban atas kebutuhan jemaah yang menginginkan kepastian akuntabilitas ibadah yang tinggi.
Berdasarkan data resmi Siskohat yang dirilis oleh Kemenhaj, tercatat sebanyak 90.956 jemaah haji Indonesia memilih menuntaskan kewajiban membayar dam mereka di Tanah Suci melalui platform Adahi. Tingginya angka partisipasi ini didorong oleh kemudahan akses yang disediakan pemerintah melalui ekosistem digital terpadu.
Bagi jemaah yang telah menunaikan pembayaran dam melalui institusi Adahi—baik yang bertransaksi secara mandiri maupun yang terintegrasi lewat platform Nusuk Masar—status penyembelihan kambing kini dapat dipantau secara mandiri and akurat. Terobosan berbasis data digital ini sengaja dibuka agar jemaah maupun keluarga di tanah air mendapatkan ketenangan psikologis mengenai keabsahan rukun haji.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Sabtu (30/5/2026), sistem komputerisasi di rumah potong hewan Adahi langsung mengirimkan notifikasi nomor kupon begitu pemotongan selesai dilakukan. Digitalisasi rantai pasok hewan kurban ini secara signifikan memangkas celah praktik penipuan yang kerap mengincar jemaah haji reguler di pasar-pasar liar konvensional.
Panduan Taktis Mengecek Status Penyembelihan Dam di Adahi
Untuk melacak status kupon serta memastikan apakah hewan dam Anda telah dieksekusi oleh tim jagal di lapangan, jemaah haji atau pihak keluarga di Indonesia dapat mengikuti panduan resmi berikut ini:
- Akses Situs Resmi Adahi
Buka peramban (browser) pada perangkat HP atau laptop Anda, kemudian masuk langsung ke halaman pelacakan pesanan resmi Adahi melalui tautan adahi.org/en/pages/TrackOrder.aspx
- Pilih Metode Pelacakan Kupon
Jika Anda membeli paket secara mandiri di platform Adahi, silakan masukkan nomor pesanan (Order Number). Namun, apabila transaksi dilakukan via platform haji resmi Saudi, klik tautan khusus bertuliskan “Nusuk Masar platform coupons” yang tertera di halaman muka.
- Input Data Identitas Valid
Masukkan nomor kupon, nomor pesanan, atau nomor paspor jemaah haji yang bersangkutan pada kolom pengisian yang tersedia secara presisi.
- Pantau Status Eksekusi secara Real-Time
Klik tombol cari, and sistem database Adahi akan langsung menyajikan informasi aktual mengenai posisi hewan dam Anda, apakah masih berada dalam status antrean, sedang diproses di lini potong, atau telah selesai disembelih secara syari.
Validasi Keabsahan Syariat
Guna mengunci aspek kepercayaan publik (trustworthiness), rombongan delegasi Amirul Hajj yang dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, telah melakukan audit lapangan ke fasilitas penjagalan modern Adahi di Makkah. Pemeriksaan fisik and administratif dilakukan untuk mencocokkan standar kesehatan serta fiqih kambing.
Anggota Amirul Hajj sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim, menegaskan bahwa seluruh rantai pemotongan di Adahi terbukti lolos uji syariat Islam. Kiai Asep mengamati langsung dari dekat bagaimana para jagal menerapkan teknik pemotongan yang presisi dan beradab.
“Saya mengamati, meneliti, dan mengikuti dari belakang. Otot-otot leher hewan yang wajib terputus saat penyembelihan, telah terpenuhi dengan baik menggunakan pisau. Kambingnya, walaupun terlihat ada yang kecil, sudah memenuhi syarat usia minimal dua tahun. Jadi, sah damnya jemaah haji Indonesia,” kata Kiai Asep menerangkan hasil investigasi syariahnya.
Mengenai harga paket dam Adahi yang dipatok berkisar di angka 720 hingga 750 Riyal, pihak Amirul Hajj menilai nominal tersebut sangat rasional dan berorientasi pada nilai kemanfaatan bersama. Biaya tersebut merupakan satu kesatuan paket berskala industri profesional yang mencakup pengadaan hewan standar kedokteran, upah tenaga jagal, pengulitan, pembekuan cepat (flash freezing), pengemasan higienis, hingga manajemen distribusi global.
Langkah progresif yang paling menyedot perhatian generasi muda pada penyelenggaraan haji era Presiden Prabowo Subianto ini adalah perluasan dampak sosial hasil sembelihan. Kemenhaj RI telah mengunci nota kesepahaman diplomatik dengan Pemerintah Arab Saudi agar mayoritas daging dam milik jemaah haji Indonesia tahun 2026 ini dikemas ke dalam kontainer berpendingin khusus, untuk dikirimkan secara berkala sebagai bantuan pangan kemanusiaan bagi masyarakat di Palestina. [ian/MCH]






