Surabaya (beritajatim.com) – Melakukan wawancara atau interview dalam proses pelamaran kerja merupakan tahap yang penting. Langkah ini biasanya menjadi penentu apakah pelamar cocok atau tidak bekerja di perusahaan yang dilamar.
Beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan oleh recruiter biasanya seputar pendidikan, pengalaman, kemampuan diri, dan alasan mengapa perusahan harus menerima pelamar untuk bergabung.
Selain itu, ada satu hal pertama yang ditanya oleh recruiter dan ternyata memberi pengaruh yang tidak kalah besar, yakni ketika pelamar diminta untuk memperkenalkan diri.
Meski terdengar mudah, memperkenalkan diri merupakan langkah awal bagi recruiter untuk mengenal pelamar, sehingga perkenal diri yang biasa saja rasanya kurang menarik perhatian recruiter.
Untuk memberikan kesan yang menawan pada pertemuan pertama, berikut ini adalah beberapa contoh cara memperkenalkan diri yang menarik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Contoh perkenalan bagi yang memiliki pengalaman
“Selamat siang pak/ibu. Sebelumnya saya ingin berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti tahap interview ini. Perkenalkan saya (nama lengkap), biasa dipanggil (nama panggilan). Saat ini saya bertempat tinggal di (nama daerah/kota) dan melamar pada posisi (…).
Saya merupakan lulusan dari universitas (….) dengan jurusan (….). Selain belajar secara akademik, saya juga memiliki pengalaman di bidang (sesuai posisi yang dilamar), karena sebelumnya saya mengikuti magang di (nama perusahaan) selama (durasi magang).
Selama proses magang, saya memiliki tugas untuk menangani (…), hal tersebut mengasah kemampuan skill saya di bidang (….). Sehingga cocok untuk jobdesk yang dibutuhkan di perusahaan ini.
Besar harapan saya untuk dapat mengembangkan diri lagi di posisi yang sama pada perusahaan ini.”
Contoh perkenalan bagi yang belum memiliki pengalaman
“Selamat siang pak/ibu. Sebelumnya saya ingin berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti tahap interview ini. Perkenalkan saya (nama lengkap), biasa dipanggil (nama panggilan). Saat ini saya bertempat tinggal di (nama daerah/kota) dan melamar pada posisi (…).
Saya merupakan lulusan dari universitas (….) dengan jurusan (….). Saya sangat tertarik untuk menekuni bidang (posisi yang dilamar), sehingga saya berupaya meningkatkan kemampuan pada bidang tersebut dengan banyak mengikuti pelatihan maupun webinar yang berkaitan dengan bidang yang saya lamar.
Tidak hanya itu, di perkuliahan juga saya banyak mengerjakan project dan tugas kuliah yang berhubungan dengan bidang tersebut, yaitu (jelaskan tugas atau projectnya). Dari situlah saya banyak belajar mengenai bidang tersebut, dan saya mau untuk terus mengembangkan kemampuan diri saya melalui perusahaan ini.
Besar harapan saya untuk dapat bergabung pada posisi tersebut di perusahaan ini.”
Pada tahap perkenalan, jangan merasa malu untuk menceritakan lebih detail tentang diri kalian. Selain hal – hal yang berkaitan dengan posisi yang dilamar, kalian juga bisa menjelaskan apa saja kelebihan dan kekurangan. Sedikit tips, ketika menjelaskan tentang kekurangan, pastikan kalian tidak menyebutkan kekurangan yang berkaitan dengan posisi tersebut. Di sisi lain, perlu juga disertai dengan cara kalian menangani kekurangan tersebut sehingga tidak akan mengganggu kinerja kalian untuk perusahaan.
Contoh:
“Salah satu kekurangan yang saya miliki adalah di bidang public speaking, saya kerap kali merasa gugup ketika berbicara di depan banyak orang. Namun, saya menyadari bahwa kemampuan ini juga penting untuk menunjang karir saya kedepannya, sehingga saya ingin terus melatih kemampuan public speaking dengan memimpin rapat, mempresentasikan project, menjadi moderator, dan kegiatan lainnya.”
Kunci utama saat wawancara adalah tenang dan santai, jelaskan seolah – olah kalian sedang mengobrol seperti biasa, tunjukkan bahwa kalian menguasai apa yang kalian bicarakan. Pembawaan yang tenang juga akan berpengaruh pada penilaian dari recruiter. (mnd/nap)






