Ngawi (beritajatim.com) – Setelah dinyatakan selesai revitalisasi pada Desember 2022, hingga kini Benteng Van Den Bosch Ngawi belum dibuka secara resmi untuk umum. Kendala administrasi jadi alasan Pemkab Ngawi tak kunjung meresmikan bangunan berusia 178 tahun itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ngawi Sodiq Triwidiyanto mengungkapkan jika saat ini pemkab Ngawi masih perlu menyelesaikan administrasi.
Sebelumnya, Benteng Pendem merupakan aset Kementrian Pertahanan dan ditempati oleh Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 12 dan kini masih dikelola Yon Armed meski kini markas sudah berpindah di Jalan Siliwangi Jrubong Ngawi.
“Revitalisasi sudah 100 persen oleh Kementerian PUPR. Tinggal diserahkan saja tapi belum klir. Oleh Kepala Staf Angkatan Darat sudah ada instruksi untuk saling hibah. TNI menghibahkan lahan Benteng Pendem ke Pemkab. Dan Pemkab sudah menghibahkan tanah di Siliwangi yang saat ini jadi markas. Tapi, ini ada tambahan bangunan yang dihibahkan,” kata Sodiq, Senin (30/01/2023)
Dia bercerita, sebelumnya Rumah Dinas Danyon Armed dan bagian markas di dekat Benteng tak termasuk yang dihibahkan oleh TNI dalam hal ini Kodam V Brawijaya.

Namun, kini dua bangunan dan tanah itu dihibahkan ke Pemkab Ngawi. Sementara, Pemkab Ngawi bakal menambahkan hibah yakni Tanah Taman Candi Kalimati.
“Proses administrasinya ini ya yang belum klir. Untuk lahan tambahan di sekitar benteng sendiri, Pak Bupati perlu bersurat ke Kodam untuk permohonan hibah. Untuk lahan Taman Candi sebagai bentuk hibah Pemkab perlu surat permohonan hibah dari Panglima Divisi. Intinya sama-sama TNI hanya beda tugas saja antara Kodam dan Pangdiv ini,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”benteng-pendem-ngawi”]
Setelah rampung, barulah bisa ada naskah perjanjian hibah daerah (NPHD). Namun, proses itu baru bisa dilaksanakan jika sudah ada administrasi pendukung termasuk sertifikat tanah dan pendukung lainnya.
“Setelah semua selesai diukur, dan instansi ada yang berubah ya. Perlu mempelajari dulu. Persyaratannya harus dimulai lagi. Prosesnya berulang di situ karena ternyata untuk taman Candi ini tidak dihibahkan ke kodam tapi ke Pangdiv itu tadi. InsyaAllah, Februari klir,” katanya.
Selama proses itu belum usai, Pemkab Ngawi belum bisa melaksanakan pembukaan secara resmi. Kendati demikian, kini benteng yang terletak di kelurahan Pelem, Kecamatan/Kabupaten Ngawi itu sudah ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Baik sekadar berfoto atau karena penasaran usai benteng tersebut usai direvitalisasi. (fiq/ted)






