Sumenep (beritajatim.com) – Bakal calon bupati (bacabup) Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menilai perlunya komunikasi intensif antara bakal calon dengan partai-partai politik terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Pilkada itu harus bangun komunikasi dulu dengan parpol-parpol. Jangan bikin banner dulu. Itu berisiko,” katanya, Rabu (07/08/2024).
Ia mengungkapkan, jauh sebelum tahapan Pilkada berjalan, dirinya telah membangun komunikasi intensif dengan berbagai partai politik. “Saya komunikasi tidak hanya di internal PDIP, tapi juga lintas parpol. Ini poin penting. Jadi rekomendasi itu bukan sesuatu yang tiba-tiba,” tandasnya.
Ia menjelaskan, dari perolehan kursi di DPRD Sumenep, PDI Perjuangan bisa mengusung sendiri kandidat untuk maju di Pilkada 2024. Namun sebagai Ketua DPC, ia memilih untuk membuka kran komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi.
“Memang PDIP bisa mengusung calon sendiri. Karena kursi kita di DPRD 11. Sudah memenuhi syarat. Tapi itu tidak cukup. Maju di Pilkada bukan sekedar menghitung perolehan kursi partainya sendiri. Perlu komunikasi dengan parpol lain,” ujarnya.
Achmad Fauzi berpasangan dengan KH Imam Hasyim, Ketua DPC PKB Sumenep telah mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan, PKS, dan PAN, sebagai bakal calon bupati dan calon wakil bupati.
“Partai lainnya Insya Allah akan menyusul. Rekomendasi ini buah dari komunikasi intensif dengan berbagai parpol. Ditunjuknya Kyai Imam sebagai bacawabup, itu sudah keputusan DPP, ” ucapnya.
Sesuai jadwal tahapan Pilkada Serentak 2024 yang telah ditetapkan KPU RI, masa pendaftaran pasangan calon dari partai politik pada 27-29 Agustus 2024. Sedangkan hari ‘H’ pelaksanaan Pilkada pada 27 November 2024. (tem/ian)






