Surabaya(beritajatim.com) – Seiring sejalan dengan perkembangan teknologi, anak muda di Indonesia banyak menghasilkan karya-karya kreatif. Mereka tak henti belajar untuk mengembangkan diri untuk memenuhi kebutuhan industri saat ini.
Seperti yang dilakukan oleh Bella Ramadhanty Maruf. Perempuan asal Surabaya ini memulai karirnya sebagai UI/UX designer setelah lulus kuliah dari Universitas Dinamika (Stikom Surabaya).
“Setelah apply di beberapa perusahaan, saya akhirnya bergabung di Software House di Malang sebagai Intern UI/UX Designer selama tiga bulan. Ini merupakan karir pertama saya sebagai UI/UX Designer,” kata lulusan S1 Sistem Informasi ini.
Setelah masa magang selesai, Bella kemudian bekerja sebagai freelance UI/UX Designer di Software House di Surabaya.
“Di sini saya mengerjakan project QRIS online untuk merchant yang ingin punya pembayaran QRIS. Proyek ini saya kerjakan dalam waktu tiga bulan,’ papar perempuan berusia 24 tahun ini.
Kemudian, pada bulan November 2022, Bella bergabung dengan kantor sekarang, yaitu PT. GDC Multi Sarana sebagai Full Time UI/UX Designer.
“Di sini saya fokus riset dan mengembangankan aplikasi GDCPay yaitu aplikasi uang elektronik yang digunakan untuk transaksi pembayaran,” kata perempuan yang hobi menggambar dan baca buku ini.
Selain bekerja, Bella mengaku juga mengikuti beberapa kelas bootcamp UI/UX untuk menambah wawasan di bidang tersebut.
“Sebagai designer saya dituntut untuk menyelesaikan problem pengguna aplikasi dan membantu pengguna aplikasi supaya nyaman saat menggunakan aplikasi yang saya buat. Sehingga harus banyak belajar dan riset,” imbuh dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Selama menjalani profesi tersebut, Bella kerap mendapat tantangan. Seperti harus teliti dan sabar dalam melakukan riset dan membuat sebuah produk desain yang sesuai dengan target pengguna.
“Perlu berhari-hari hingga satu bulan lebih dalam riset dan membuat produk tampilan aplikasi. Sebagai designer saya dituntut untuk menyelesaikan problem pengguna aplikasi dan membantu pengguna aplikasi supaya nyaman saat menggunakan aplikasi yang saya buat,” kata dia.
Meski demikian, ia mengaku sangat senang menjalani pekerjaan tersebut. Sebab, sudah sesuai dengan passion dirinya di bidang desain.
“Bisa eksplore ide saya. Kemudian, saya juga bisa bertemu dengan pimpinan perusahaan besar, bisa bertemu dengan berbagai macam orang dengan berbagai macam background dan bisa sharing ilmu ke temen-teman yang baru mengenal bidang UI/UX,’ papar dia.
Usaha tak menghianati hasil. Ada beberapa project yang berhasil diselesaikan oleh Bella. Antara lain, pada tahun 2021, ia pernah membuat tampilan aplikasi. QRIS online, yang merupakan aplikasi untuk merchant yang ingin punya pembayaran QRIS. proyek tersebut dikerjakan dalam waktu tiga bulan.
Kemudian, pada tahun 2022 hingga saat ini, Bella berpartisipasi pembuatan aplikasi GDCPay, yaitu aplikasi uang elektronik yang digunakan untuk segala transaksi pembayaran.
Ke depan, Bella mengaku memiliki dua mimpi besar. Pertama, yakni keinginan untuk menjadi lead untuk sebuah tim di sebuah perusahaan.
“Kedua saya ingin membuat aplikasi yang dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di indonesia dan bermanfaat bagi masyarakat luas dan saya ingin mengukir prestasi melalui karya saya,” papar perempuan kelahiran 1999 ini.
Ke depan, ia berharap, bisa menjadi anak muda Indonesia yang dapat berprestasi dan mengharumkan nama bangsa melalui karya-karya yang dibuat
“Semoga saya bisa bekerja sama dengan berbagai orang ahli di bidang yang saya lakukan. Semoga saya bisa menjadi penyemangat bagi muda-mudi yang ingin berkarya dibidang yang sama dengan saya,” tandas perempuan berzodiak Capricorn ini. (ted)
================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






