Bojonegoro (beritajatim.com) – Pembelian gas LPG Pertamina kemasan 3 Kilogram (Kg) di Kabupaten Bojonegoro sampai antre. Kondisi ini terjadi diduga karena banyak warga yang menggelar hajatan.
Seperti diungkapkan pemilik Pangkalan LPG di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro Ulfa. Menurutnya, dengan banyaknya warga yang menggelar hajatan ini sehingga permintaan bertambah banyak.
“Jadi yang biasanya hanya pesan 1 tabung, kalau ada hajatan bisa membeli lebih dari lima tabung,” ujarnya, Rabu (15/5/2024).
Meski banyak permintaan, pihaknya mengaku tetap bisa melayani. Sebab, sejauh ini distribusi LPG setiap sepekan sekali berjalan lancar.
“Kami utamakan layani masyarakat sekitar dulu, jadi tidak ada kelangkaan,” ucapnya.
Sementara, antrean panjang warga yang membeli gas LPG bersubsidi itu seperti yang terjadi di SPBU Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu. Antrean panjang itu terjadi kemarin sore. Di daerah setempat, kelangkaan LPG terjadi sudah sejak sepekan terakhir.
“Nyari ke sana-kemari, kadang di pengecer ada, tapi harganya mahal, kemarin sampai ikut antri di Pom bensin (SPBU) supaya dapat (elpiji),” ujar salah satu warga Desa Sukosewu, Indri.
Indri berharap, pasokan untuk LPG 3 kg dapat ditambah dan sehingga harga dapat kembali normal. Saat ini warga yang daerahnya kesulitan mendapat pasokan LPG itu memperoleh dengan harga antara Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung.
“Kalau berdampak sudah pasti ya, karena memang penggunaan elpiji sudah menjadi kebutuhan sehari-hari untuk memasak, semoga segera normal. Jangan sampai seperti ini lagi,” tandasnya.
Sementara, untuk mengatasi kelangkaan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengambil kebijakan untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 Kg yang terjadi di masyarakat. Salah satunya dengan penambahan stok dari Pertamina Patra Niaga Regional V.
Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto mengungkapkan, permintaan tambahan kuota LPG bersubsidi itu untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi belakangan. “Iya, dalam rangka mengatasi kelangkaan,” ujarnya, Selasa (14/5/2024).
Permintaan kuota fakultatif LPG 3 Kg bersubsidi itu dibenarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah. Dalam surat permohonan yang dikirim pada 8 Mei 2024 itu, penambahan kuota LPG bersubsidi untuk mengatasi kelangkaan.
Dalam surat yang ditandatanganinya itu, penambahan kuota diharapkan bisa mengantisipasi keterlambatan pengiriman menjelang dan pasca Idulfitri 1445 Hijriah, serta saat hari libur nasional tanggal 1, 9, dan 23 Mei 2024 dan seterusnya di wilayah pelayanan Kabupaten Bojonegoro.
Selain itu, Sekda Bojonegoro Nurul Azizah itu berharap agar memberi alokasi fakultatif tambahan pengganti pada hari libur nasional tersebut dan berpartisipasi pada setiap operasi pasar agar menyediakan LPG 3 Kg bersubsidi. “Sudah kami ajukan,” ujarnya.
Sehingga, pihaknya memastikan bahwa bahwa LPG subsidi 3 Kg stoknya aman. Sebab Pertamina Patra Niaga Rgional V sendiri sudah menambah pasokan LPGnya. Yakni, pasokan sebanyak 107 Metrik Ton per hari atau setara 35.670 tabung LPG 3 Kg per hari.
Kelangkaan terjadi kemungkinan di level pengencer dan harganya lebih tinggi. Sedangkan di pangkalan LPG resmi stok setiap harinya diatas 50 tabung LPG dengan harga HET Rp 16.000/tabung. “Beli di pangkalan merupakan alternatif tempat pembelian LPG,” imbuhnya.
Sementara itu, Ahad Rahedi, Area Manager Comm, Rel & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengaku pihaknya selalu siap dan tanggap jika terjadi kelangkaan LPG di semua wilayah Regional V.
“Kami telah menambah pasokan LPG untuk Bojonegoro dan dipastikan stoknya aman. Kami juga menghimbau agar warga membeli di pangkalan langsung. Selain harganya lebih murah, stoknya juga terjamin selalu ada,” pungkas Ahad. [lus/beq]






