Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 16 sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) mengikuti Program Management Office (PMO) ke 5, Program Sekolah Penggerak (PSP) 1 & 2 di Aula KH AR Fachruddin, Kamis (16/2/2023).
Di lokasi acara PMO juga dipamerkan belasan stand yang menampilkan karya-karya siswa di sekolah masing-masing. Mulai soal karya dalam soal kecanggihan tehnologi, busana, batik tulis dan lain sebagainya.
Kepala Sekolah SMAMDA Sidoarjo M Zainul Arifin mengatakan kegiatan ini digelar untuk mengevaluasi, merefleksi dan mendiskusikan serta mengawal kegiatan sekolah penggerak terutama dalam hal project learning atau pembelajaran berbasis proyek.
Semua sekolah yang mengikuti PMO tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ada semacam memberikan contoh bahwa sekolah benar-benar menggerakkan pendidikan khususnya di Sidoarjo.
“Setiap stand milik sekolah pamer produk setiap siswa. Jadi ada pamer produk kekhasan sekolah dan pamer produk profil. Untuk SMAMDA Sidoarjo yang dipamerkan doal kecanggihan tehnologi berupa alat perlindungan tanaman pertanian, yakni Plant Protection Plateral Agricultural Sector,” ucapnya.

SMAN 4 Sidoarjo
Dalam pameran di PMO ke 5, SMAN 4 Sidoarjo memamerkan sejumlah kaos hasil karya para siswa yang bertuliskan anti perundungan. Model kaos didesain anak sekolah tersebut, dan disablon oleh siswa SMAN 4 Sidoarjo. “Kaos tersebut juga banyak dibeli oleh para siswa dan banyak yang suka memakainya.
Artinya hal itu juga bagian dsri sosialisasi anti perundungan di lingkungan SMAN 4 Sidoarjo,” ucap Ria salah satu guru Bahasa Inggris yang mendampingi siswa.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sidoarjo”]
Ia juga menandaskan selain membuat kaos, para siswa juga berkarya membuat aneka macam busana dengan jahitan yang bagus dan juga ada sablon dan batik bunga asoka.
Asoka menjadi ikon karena SMAN 4 berada di Desa Suko Kec. Sidoarjo. “Dari sejarahnya, Suko itu berasal dari bunga Asoka,” imbuhnya dengan menyebut termasuk yang didukung di SMAN 4 Sidoarjo salah satunya adalah program yang berdampak pada murid terhadap pengembangan entrepreneur.

SMA Hang Tuah 4 Gedangan
Sekolah di bawah naungan Angkatan Laut (AL) itu, dalam pameran PMO ini, sekokahnya mengangkat tema kearifan lokal temanya Cinta Bahari Cinta Sidoarjo.
Siswa SMA Hang Tuah 2 banyak yang rajin mengikuti giat membatik. Karena dibawah naungan AL, batik yang diukir diatas kain yang sejenis binatang di alam laut. Mulai kerang, ikan pari, hiu, lumba-lumba, penyu dan binatang laut lainnya.
Kusnul Qotimah guru Pra Karya SMA 2 Hang Tuah Gedangan mengaku, hasil karya anak-anak juga bernilai ekonomi. Saat dipamerkan di sekolah, para wali murid banyak yang membeli.
“Satu potong kain batik tulis bergambar hewan-hewan laut sampai laku satu potongnya seharga Rp 250 ribu. Sedangkan untuk kain jenis selendang, kaos dan lainnya, bisa laku seperti harga pasaran. Hanya saja, atau untuk sekarang ini, karya anak-anak di pamerkan di internal sekolah,” sebutnya. [isa/but]






