Situbondo (beritajatim.com) – Belasan ABK kapal nelayan tenggelam saat melaut dari Pesisir Panarukan, Situbondo. Berdasarkan keterangan saksi, kapal Slerek dengan nama lambung Laksana 01 dinahkodai oleh Pak Net (50) bersama belasan ABK.
Kapal tersebut berangkat dari pesisir pantai Panarukan pada Rabu (4/9/2024) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah berlayar sekitar 5 mil, lambung kapal mengalami kebocoran di bagian depan samping kanan bawah. Sehingga air laut masuk dan menyebabkan kapal tenggelam.
“Saat kejadian para ABK bertahan dengan memegang jiregen dan box ikan maupun alat bantu lainnya untuk dapat mengapung, beruntung beberapa saat kemudian ada Kapal Gardan dengan nama lambung Srikandi yang dinahkodai Surais (55) melintas dengan akan pulang ke Panarukan sehingga ABK kapal Gardan tersebut melakukan pertolongan dan mengevakuasi semua ABK ke pantai,” ungkap Kasatpolairud, AKP Gede Sukarmadiyasa, Kamis (5/9/2024).
AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, awalnya personel Satpolairud menerima laporan dari masyarakat. Saat itu, ada kapal nelayan yang mengalami kebocoran dan tenggelam di perairan Panarukan.
“Satpolairud bersama Pos TNI AL Panarukan serta instansi terkait melakukan evakuasi belasan ABK kapal yang tenggelam tersebut dari kapal Gardan yang menolong dan mendata serta mengantarkan untuk dijemput keluarganya,” terang AKP Gede Sukarmadiyasa.
Selain itu, kata Gede, kapal berisi belasan ABK itu berhasil selamat usai mendapat pertolongan dari kapal gardan Srikandi yang juga melaut di perairan Panarukan. Nahkoda beserta belasan ABK kemudian dievakuasi ke pesisir pantai Panarukan untuk mendapat pertolongan.
“Nahkoda dan belasan ABK berhasil selamat dan dalam kondisi sehat. Tidak ada korban jiwa, hanya mengalami kerugian kapal berserta mesin dan alat tangkap ikan yang tenggelam saat kejadian,” jelasnya. [rin/aje]






