Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 14 kampus yang tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Jatim menggelar Bussines Matching bersama pemerintah dan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Surabaya.
Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Vokasi Dr Kiki Yuliati. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi ini merupakan aspek penting bagi pelaksanaan pendidikan vokasi di Indonesia.
Kiki meminta agar program yang telah dikerjakan bersama pemangku kepentingan di provinsi, termasuk media massa, baik itu work force maupun innovation berbasis potensi daerah, tetap dijaga ke depannya.
“Upaya ini sangat penting untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan program terkait pendidikan vokasi di pemerintah pusat,” ujar Kiki, ditulis Selasa (21/5/2024).
Sedangkan bagi pemerintah daerah, lanjut dia, hasil dari program ini diharapkan mampu menjadi acuan untuk pembangunan ekonomi di Jatim ke depannya. Setidaknya dalam 5 tahun ke depan.
Ia juga meminta seluruh PTV agar aktif untuk mengkomunikasikan berbagai potensi SDM-nya. Sebab, kurangnya komunikasi menjadi salah satu faktor kurangnya SDM vokasi untuk mendapat tempat.
“Ingat, PTV bukan sebagai pencetak, tapi menyiapkan SDM sesuai dengan kebutuhan bangsa ini, bukan hanya sekarang, tapi 5 tahun ke depan apa yang sekiranya akan dibutuhkan, harus disiapkan sejak sekarang,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman dan PKS antara beberapa PTV dengan Mitra DUDI, serta kolaborasi lanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan melalui pameran potensi riset dan produk 14 PTV di Jatim. [ipl/aje]






