Pamekasan (beritajatim.com) – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Muhammad Baqir Aminatullah dan Taufadi (BERBAKTI) memaparkan gagasan dan strategi dalam mengatasi persoalan stunting di wilayah setempat.
Pemaparan tersebut tidak lepas dari tingginya angka stunting di Pamekasan, tercatat hingga Agustus 2024, prevalensi stunting mencapai angka 2,32 persen atau sebanyak 1.354 balita dari total 59.585 balita di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan.
Bahkan angka tersebut relatif lebih rendah dibanding target Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, yang mematok prosentase di angka 14 persen pada 2024. Hal tersebut tidak lepas karena ketidaktepatan pola asuh, kurang gizi, dan terkena penyakit yang mengakibatkan balita gagal tumbuh.
“Guna mengurangi angka stunting di Pamekasan, kami akan meningkatkan anggaran gizi untuk ibu hamil dan balita, sehingga angka stunting dapat berkurang secara signifikan,” kata Muhammad Baqir Aminatullah, Minggu (20/10/2024) malam.
Figur yang akrab sapa Ra Baqir, juga komitmen memaksimalkan jaringan di bidang kesehatan. “Masalah kesehatan memang kompleks dan memerlukan penanganan menyeluruh, sehingga pendekatan multisektoral menjadi kunci utama mengatasi permasalahan ini, termasuk stunting maupun penyakit menular,” ungkapnya.
“Tidak kalah penting, kami juga akan memaksimalkan sektor pelayanan mulai dari tingkat Puskesmas, khususnya dalam mengendalikan dan menekan angka stunting maupun penyakit menular melalui layanan antar jemput,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Paslon nomor urut 3 pada Pilkada Pamekasan, mengusung visi ‘Mewujudkan Pamekasan Baru yang Maju, Mandiri dengan Masyarakat Makmur Sejahtera dan Berakhlak Karimah’, dan diimplementasikan dalam empat misi berbeda guna mewujudkan beragam program yang berorientasi pada sektor kesejahteraan masyarakat. [pin/aje]






