Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan serangkaian acara dalam rangka semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023. Kegiatan Hardiknas UM diawali dengan upacara di Stadion Cakrawala UM.
Kegiatan dilanjutkan dengan launching UMagazine. Dan diakhiri dengan penanaman 1.000 pohon oleh Rektor beserta jajarannya. Saat menjadi pembina upacara Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menyampaikan perihal merdeka belajar yang banyak disalahpahami dewasa ini.
Menurutnya, merdeka belajar perlu dipahami hanya sebagai kata benda tetapi juga sebagai kata kerja. Merdeka belajar harus dimaknai juga dengan kemerdekaan, yaitu sebuah proses belajar yang terus-menerus dilakukan agar makna belajar tidak berhenti menjadi rutinitas.
“Dengan itu, pemerintah menetapkan hari lahir Ki Hadjar Dewantara sebagai Hari Pendidikan Nasional melalui keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 tahun 1959,” ujar Prof Hariyono.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UM melaunching UMagazine. Nantinya, tulisan dalam majalah bersifat ilmiah populer untuk memasyarakatkan riset ilmiah UM. UMagazine tersebut akan diperuntukkan bagi semua fakultas di UM.
“Produk ini (UMagazine) adalah hasil semua fakultas, dari sains sampai sosial ditampilkan di sini. Umumnya hasil dari penelitian dan pengabdian UM,” kata Prof Hariyono pada media.

Terkait penanaman 1.000 pohon, Prof Hariyono mengungkapkan bahwa masyarakat ramai menanam pohon tapi enggan merawat sehingga pohon yang bertahan tidak banyak. Penamanam itu diharapkan agar rumah tangga dan pertamanan dapat menjaga, merawat dan bertanggung pada pohon yang ditanam.
“Untuk perawatan ini kami sudah membentuk satuan tugas tentang kampus yang sehat, berkoordinasi dengan rumah tangga, khususnya pertamanan. Ini jadi tugas bersama. Bahkan nanti setiap sivitas UM bertanggung jawab melestarikan lingkungan,” kata Prof Hariyono.
Direktur inovasi UM, Prof Dr Nandang Mufti SSi MT menyinggung soal UMagazine. Menurutnya masyarakat tidak perlu mengakses jurnal bereputasi untuk membaca karya dosen UM.
BACA JUGA:
Kades di Bangkalan Ditembak OTK Pakai Senjata Rakitan
“Masyarakat itu kan tidak semua bisa bahasa Inggris, dan tidak semua bisa mengakses jurnal. Karena hasil inovasi UM ini dibiayai oleh negara, maka masyarakat pun berhak untuk mengetahui tetang apa yang sudah dihasilkan oleh UM,” kata Prof Nandang.
UMagazine bakal dipublikasikan berkala setiap bulan. Inovasi UM saat ini tengah menyiapkan publikasi hingga pada berbagai media sosial, seperti TikTok, Facebook, dan YouTube. [dan/but]






