Banyuwangi (beritajatim.com) – Tak dipungkiri hutan di Taman Nasional Alas Purwo menjadi habitat koloni monyet atau kera ekor panjang. Perilaku mereka berubah, kala banyak pengunjung yang datang. Meskipun kebanyakan perilaku mereka itu banyak dipengaruhi oleh wisatawan.
Tak jarang kawanan monyet ini juga mengganggu para pengunjung, sehingga membuat kesal. Apalagi, saat ini terdapat ajang skala internasional bertajuk World Surf League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung, G-Land.
Area ini juga menjadi salah satu tempat berkumpulnya kawanan monyet. Bahkan, mereka cenderung beringas dan kerap mengacak-acak barang bawaan pengunjung.
Mengantisipasi hal itu terjadi, petugas dari Balai Taman Nasional Alas Purwo punya cara unik untuk menakuti kawanan monyet yang datangg. Salah satunya memasang sejumlah gambar yang membuat monyet takut datang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”WSL”]
Gambar itu berupa photo bahkan boneka macan yang dipasang di sejumlah titik. Ada yang dipasang di tower telekomunikasi hingga mobil.
“Monyet memang terkenal hewan yang usil. Mereka mudah penasaran dengan sebuah benda-benda yang mencolok termasuk sarana infrastruktur. Sehingga terkadang mereka cenderung merusak. Meski tidak sering tapi pernah monyet-monyet itu merusak infrastruktur, termasuk mobil pengunjung,” ungkap Koordinator Perlindungan dan Pemantapan Wilayah, Balai Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Sucipto, Selasa (31/5/2022).
Pemasangan itu, lanjut Sucipto, belajar dari sistem rantai makanan di alam. Secara garis besar monyet, kera ekor panjang hingga lutung Jawa merupakan salah satu makanan dari macan tutul. “Jadi secara gak langsung monyet akan takut mendekat jika ada gambar atau boneka yang mirip dengan predatornya yaitu macan tutul,” tegasnya.
Kendati demikian, biasanya ketakutan monyet itu tidak akan berlangsung lama. Monyet lambat lain akan paham jika hal ini adalah sebuah jebakan atau diprank. “Tapi kadang gak bisa bertahan lama, kalo sudah ada monyet di dekatnya, tapi kok macannya gak gerak, lama kelamaan nanti monyetnya sadar kalo diprank. Tapi minimal dalam beberapa hari dia takut untuk mendekat,” tandasnya.
Sucipto menyebut, monyet di TN Alas Purwo terbilang sudah cukup dekat dengan manusia. Sehingga, mempengaruhi perilaku mereka, bahkan cenderung mendekat saat pengunjung datang. “Karena awalnya dikasih makan pengunjung terus mendekat, berebut, dan jadi sebuah atraksi satwa tapi itu sebetulnya gak boleh tapi pengunjung masih ada saja yang melakukan itu sehingga jika tidak dikasih akan merampas plastik bawaan pengunjung atau sesuatu yang mirip dengan makanan,” pungkasnya. (rin/kun)






