Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan menyiapkan Gedung Graha Pusat Literasi di Kecamatan Plaosan sebagai lokasi rintisan Sekolah Rakyat. Langkah ini menjadi percepatan agar pembangunan Sekolah Rakyat di Karangrejo mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan pihaknya bersama Dinas Sosial dan Bappeda telah melakukan konsultasi ke sejumlah kementerian, termasuk bertemu langsung Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul.
“Petunjuk dari Kemensos, agar pembangunan Sekolah Rakyat lebih cepat disetujui, sebaiknya Magetan memiliki sekolah rintisan terlebih dahulu. Karena harus ada surat sekolah rintisan, kami mengajukan penggunaan Gedung Literasi untuk sekolah rintisan tersebut,” ujarnya.
Gedung Graha Pusat Literasi sendiri dibangun bertahap yang dimulai pada 2021 lalu. Gedung yang berlokasi di Jalan Raya Plaosan-Sarangan itu awalnya diwacanakan bisa untuk digunakan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan literasi. Bahkan, ada ruang baca, ruang pertemuan, serta asrama.
Namun, pada 2024 lalu gedung literasi pernah digunakan untuk kegiatan perkuliahan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk memfasilitasi mahasiswa yang berdomisili di Magetan. Setelah tidak lagi digunakan, gedung tersebut diproyeksikan menjadi embrio Sekolah Rakyat.
Muhtar menjelaskan kondisi gedung masih tergolong baru sehingga tidak memerlukan renovasi besar. “Hanya penambahan fasilitas kecil seperti sekat ruangan atau kamar mandi. Penentuannya nanti dari Kementerian PUPR dan Dinas Sosial,” jelasnya.
Dengan status rintisan tersebut, pemerintah daerah berharap proposal pembangunan sekolah baru di Karangrejo dapat segera disetujui pusat. Pada 2025, Magetan belum termasuk dari sekitar 160 lokasi di Indonesia yang memperoleh persetujuan pembangunan Sekolah Rakyat baru.
“Harapannya tahun 2026 sudah bisa disetujui. Dengan sekolah rintisan ini, prosesnya semoga jadi lebih mudah,” pungkas Muhtar. [fiq/ian]






