Surabaya (beritajatim.com) – BCI Central, perusahaan informasi konstruksi, kembali menyelenggarakan “BCI Equinox 2024” di Sheraton Hotel Surabaya, mulai Jumat (7/6/2024) hingga Sabtu (8/6/2024). Acara ini merupakan tahun kedua BCI Equinox digelar di Surabaya setelah sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi Covid-19.
General Manager-Emerging Market BCI Central, Pietter Sanjaya, mengungkapkan bahwa Jawa Timur, khususnya Surabaya, telah menjadi incaran BCI sejak lama, tepatnya sejak tahun 2016. Hal ini didorong oleh besarnya potensi di wilayah tersebut, mulai dari pembangunan rumah, industri, rumah sakit, perkantoran, dan lain sebagainya.
“Dari sudut pandang industri konstruksi, Surabaya dan Jawa Timur juga mencatatkan diri sebagai salah satu kota dan provinsi paling aktif dalam menyumbangkan total nilai investasi pembangunan gedung selama beberapa tahun terakhir,” jelas Pietter.
Prediksi Pasar Konstruksi Nasional dan Jawa Timur
BCI memprediksi bahwa total nilai proyek konstruksi secara nasional akan mencapai Rp355,15 triliun di tahun ini. Jabodetabek masih menjadi penyumbang terbesar, disusul Kalimantan Timur dengan proyek IKN Nusantara, dengan kontribusi gabungan sebesar 41,95% dari pasar nasional.
“Sementara itu, pangsa pasar konstruksi Jawa Timur berkisar Rp8,497 triliun, yang berarti rata-rata seimbang dengan provinsi lain di Pulau Jawa. Adapun total nilai proyek konstruksi di Jawa Timur diperkirakan mencapai Rp30,416 juta tahun ini,” papar Pietter.
Sektor bangunan diprediksi akan memberikan kontribusi yang signifikan, dengan kisaran Rp20,06 triliun, sedangkan sektor sipil diperkirakan mencapai Rp10,10 triliun. Besaran tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 5% dibandingkan tahun lalu.
Sektor Unggulan dan Peluang di Surabaya
Sektor bangunan di Jawa Timur didominasi oleh perumahan atau residensial dengan nilai sebesar Rp6,7 triliun, selanjutnya Industrial sebesar Rp5,6 triliun dan Rumah Sakit sebesar Rp1,7 triliun. Proyek-proyek tersebut saat ini banyak yang sedang dalam tahap perencanaan atau sedang dibangun di Surabaya dan kota-kota besar lainnya.
“Surabaya juga menjadi pintu masuk Indonesia Timur, mengingat Jawa Timur memiliki pelabuhan dan letaknya yang strategis sebagai akses ke wilayah Indonesia Timur, Tengah, dan atas Sulawesi. Oleh karena itu, kami berkomitmen mengadakan kegiatan seperti Equinox untuk berkontribusi dan update teknologi,” tegas Pietter.
Peningkatan Partisipasi dan Inovasi
Dibandingkan tahun sebelumnya, BCI Equinox 2024 menunjukkan peningkatan partisipasi dengan 22 brand yang bergabung, dibandingkan 17 brand di tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan gairah dan semangat baru di industri konstruksi.
“Terjadi peningkatan, ada gairah yang tumbuh, mulai lebih banyak yang melirik dan bisnis makin beragam. Tetapi secara umum, masih banyak arsitektural produk,” aku Pietter.
Ia juga menegaskan bahwa dengan semakin tingginya kompetisi dan getolnya digitalisasi di semua lini, inovasi produk mulai mengarah dan berhubungan dengan artificial intelligence (AI). Para pelaku industri konstruksi getol melakukan edukasi kepada stakeholder, khususnya di Surabaya, karena potensi pasar yang besar.
Fokus pada Kolaborasi B2B
“Kami memang tidak menargetkan nilai transaksi karena kegiatan ini adalah kegiatan business to business (B2B), bukan business to consumer (B2C),” jelas Pietter.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini selesai, mereka bisa melanjutkan kesepakatan mereka yang telah terjalin di saat kegiatan Equinox,” pungkasnya.
BCI Equinox 2024 diharapkan dapat menjadi platform yang efektif untuk mendorong kolaborasi dan inovasi di industri konstruksi, khususnya di Jawa Timur. Dengan semangat dan partisipasi yang tinggi, para pelaku industri dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.[rea/ted]






