Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim) resmi meluncurkan aplikasi MyEdotel. Platform digital ini mengintegrasikan seluruh hotel praktik milik SMK di Jatim untuk mempermudah akses layanan bagi masyarakat luas.
Sistem ini menghubungkan proses pencarian kamar, pemesanan, hingga pembayaran dalam satu pintu yang terpadu dan profesional.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menyebut MyEdotel akan memperkuat pembelajaran berbasis industri. Siswa jurusan perhotelan kini dapat melakukan praktik nyata dengan standar manajemen perhotelan modern secara daring.
“Pemesanan dan pembayaran dilakukan daring agar lebih cepat. Ini menjadi media praktik nyata bagi siswa,” ujar Aries, Kamis (19/2/2026).
Fasilitas kamar edotel SMK di Jatim diklaim telah setara dengan hotel bintang tiga. Standarisasi ini bertujuan agar kompetensi lulusan SMK memenuhi kriteria dan tuntutan kebutuhan industri perhotelan saat ini.
Saat ini baru 10 SMK yang terintegrasi dalam sistem MyEdotel. Sekolah yang bergabung wajib memiliki fasilitas yang siap menerima tamu umum, bukan sekadar dipakai untuk simulasi praktik internal siswa di sekolah.
Daftar sekolah tersebut di antaranya SMKN 1 Buduran, SMKN 3 Malang, hingga SMKN 1 Panji Situbondo. Dindik terus melakukan pendataan untuk menambah jumlah sekolah yang terlibat dalam ekosistem digital tersebut.
“Nah yang tergabung MyEdutel ini mereka yang Edutelnya menerima tamu dari luar. Kalau hanya digunakan secara internal saja belum bisa bergabung di aplikasi MyEdutel,” terang Aries.
Bersamaan dengan itu, Dindik juga meluncurkan Mexpo untuk manajemen kegiatan digital. Platform ini dirancang mengelola registrasi peserta, buku tamu, hingga pelaporan acara sekolah secara otomatis dan lebih efisien.
Sistem Mexpo menyediakan dasbor terintegrasi untuk memantau data peserta secara waktu nyata. Inovasi ini diharapkan mampu membuat pengelolaan acara di lingkungan institusi pendidikan menjadi lebih terkontrol dan profesional. [ipl/ian]






