Surabaya (beritajatim.com)– Kabar menarik datang dari dunia perfilman Jawa Timur, Sutradara kondang Bayu Skak tengah mencari talenta-talenta lokal Madura asli yang fasih berbahasa Madura untuk membintangi film terbarunya yang berjudul “Foufo”. Film bergenre fiksi ilmiah komedi ini akan memulai syuting pada 25 Mei mendatang di wilayah Surabaya Utara.
Pengumuman open casting ini disampaikan langsung oleh Bayu Skak bersama timnya saat acara casting yang digelar pada hari ini, 20 April 2025, di Kaza Mall Surabaya. Antusiasme ribuan anak muda terlihat memadati lokasi casting, menunjukkan besarnya minat untuk terlibat dalam produksi film yang menjanjikan ini.
“Saatnya kita buat film yang benar-benar bahasa daerahnya kental. Saya tidak mau setengah-setengah, pemeran Madura ya harus bisa bahasa Madura nyel. Begitu juga pemeran Suroboyoan ya harus bisa Suroboyoan nyel,” tegas Bayu Skak, mengungkapkan keinginannya untuk menghadirkan otentisitas bahasa dalam filmnya. Ia menyayangkan banyaknya film berlatar budaya daerah namun dialognya menggunakan Bahasa Indonesia dengan logat seadanya.

Film “Foufo” sendiri merupakan kolaborasi antara SKAK STUDIOS dan SINEMART. Film drama keluarga ini akan dibalut dengan sentuhan fiksi ilmiah dan komedi yang kuat, mengambil latar kehidupan masyarakat lokal Madura, Jawa Timur. Selain Bayu Skak sebagai sutradara, film ini juga didukung oleh David S. Suwarto sebagai eksekutif produser dan Ricky Ramadhan Setiyawan sebagai produser.
Premis film “Foufo” berkisah tentang seorang pengepul rongsokan asal Madura yang berjuang untuk mengembangkan usahanya. Kehidupannya berubah drastis ketika ia menemukan sebuah pesawat UFO misterius yang terdampar di Surabaya Utara. Alih-alih menjual besinya, ia justru harus menyelamatkan alien yang ada di dalamnya.
Bayu Skak berharap open casting ini dapat membuka peluang bagi siapapun yang memiliki mimpi di dunia akting, terutama bagi mereka yang mungkin belum pernah memiliki kesempatan tampil di layar lebar.
“Ini bukan sekadar ajang pencarian pemain, tapi juga ruang untuk menemukan energi baru, wajah-wajah segar, dan cerita-cerita personal yang bisa memperkaya karakter dalam film FOUFO,” ujarnya.
Harapan terbesar tim produksi adalah menemukan talenta lokal asli Madura yang belum berpengalaman namun memiliki potensi luar biasa. Kehadiran mereka diyakini akan memberikan karakteristik yang lebih otentik dan kuat pada cerita “Foufo”, sekaligus menjadikan film ini kebanggaan bagi masyarakat Madura.
Dalam film ini, Bayu Skak kembali menggandeng Wakil Walikota Surabaya, Armuji, untuk memerankan karakter Cak Muji. Armuji yang turut hadir dalam acara casting menyampaikan bahwa proyek film ini merupakan peluang besar bagi Surabaya. Selama proses syuting, berbagai spot wisata dan kuliner di Surabaya akan turut dipromosikan.
“Dan tentunya juga mengangkat budaya Suroboyo. Jadi beraktinglah dengan sungguh-sungguh,” pesan Armuji kepada para peserta casting.
Kolaborasi antara SKAK STUDIOS yang dikenal dengan produksi film dan serial berlatar lokal seperti “Sekawan Limo”, “Yowis Ben”, dan “Lara Ati”, dengan SINEMART yang berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam menghasilkan karya berkualitas, diharapkan akan menghasilkan film “Foufo” yang tidak hanya menghibur namun juga mengharukan dan mampu merayakan kekayaan budaya Madura.
Eksekutif Produser David S. Suwarto menekankan pentingnya kolaborasi dan eksplorasi narasi yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia. Film “Foufo” diharapkan dapat memperkuat posisi SKAK STUDIOS dan SINEMART dalam industri perfilman Indonesia yang mengangkat budaya lokal.
Nantikan kehadiran film “Foufo” di layar bioskop dan bersiaplah untuk tertawa, terharu, serta merenungkan tentang hubungan keluarga dalam balutan komedi dan sentuhan fiksi ilmiah yang unik khas Madura.[rea]






