Ringkasan Berita:
- Bayi laki-laki ditemukan di dalam mobil Panti Asuhan Bina Insani, Ngawi, Senin pagi.
- Bayi pertama kali ditemukan penjaga panti setelah mendengar suara tangisan dari mobil yang terparkir.
- Polisi mengamankan barang bukti dan memeriksa rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku.
- Bayi telah dibawa ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan perawatan medis.
Ngawi (beritajatim.com) – Polres Ngawi menyelidiki penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya di dalam mobil milik Panti Asuhan Bina Insani, Dusun Beran I, Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Senin (27/7/2026) pagi.
Kasus tersebut terungkap setelah penjaga panti mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari sebuah mobil Toyota Kijang berwarna biru yang terparkir di depan Panti Asuhan Bina Insani. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang diduga meninggalkan bayi tersebut.
Kapolsek Ngawi AKP Jais Bintoro mengatakan laporan mengenai penemuan bayi diterima kepolisian sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan awal, bayi pertama kali ditemukan oleh penjaga panti bernama Mukhlis Subekti. Sekitar pukul 05.15 WIB, Mukhlis terbangun setelah mendengar suara tangisan bayi. Ia kemudian mencari sumber suara hingga mendapati seorang bayi laki-laki berada di dalam sebuah tas cangklong berwarna merah yang diletakkan di bagian belakang mobil.
Saat ditemukan, bayi tersebut dibungkus menggunakan jilbab berwarna abu-abu. Mukhlis kemudian membawa bayi masuk ke lingkungan panti asuhan agar mendapatkan penanganan awal sebelum melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
“Setelah menemukan bayi tersebut, pelapor segera membawa bayi ke dalam panti, memberikan pakaian yang layak, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” ujar AKP Jais.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Ngawi bersama personel, Kanit Reskrim, Kanit Intel, serta Tim Identifikasi Satreskrim Polres Ngawi mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari lokasi, polisi mengamankan satu buah tas cangklong berwarna merah dan satu buah jilbab berwarna abu-abu yang digunakan untuk membungkus bayi. Kedua barang tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti dalam proses penyelidikan.
Petugas juga menemukan kamera pengawas (CCTV) di sekitar area panti asuhan. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, arah kamera menghadap ke luar area panti. Meski demikian, polisi masih melakukan pengecekan rekaman CCTV untuk mengetahui kemungkinan adanya aktivitas atau orang yang terekam saat meninggalkan bayi di lokasi tersebut.
Sementara itu, guna memastikan kondisi kesehatannya, bayi laki-laki tersebut telah dibawa ke rumah sakit umum untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan medis. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi bayi dapat dipastikan sehat serta memperoleh penanganan yang dibutuhkan.
Penemuan bayi yang diduga sengaja ditinggalkan ini menjadi perhatian karena hingga kini belum diketahui siapa orang tua maupun pihak yang membawa bayi ke lokasi panti asuhan. Kepolisian masih mengumpulkan informasi dan keterangan dari para saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Saat ini, Polsek Ngawi bersama Satreskrim Polres Ngawi masih melanjutkan penyelidikan. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai identitas orang tua bayi maupun pihak yang diduga meninggalkannya agar segera melapor ke Polsek Ngawi atau Polres Ngawi. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu mengungkap kasus tersebut sekaligus memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. [fiq/beq]

as a preferred source on Google




