Gresik (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik mencatat antusiasme tinggi dari masyarakat dalam pendaftaran petugas pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pilkada 2024. Sebanyak 3.933 pendaftar bersaing untuk memperebutkan 1.868 posisi yang dibutuhkan.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Gresik, Robbah Khunaifih, menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi sebagai petugas pengawas TPS.
“Jumlah pendaftar sangat membludak, sejak pendaftaran dibuka pada 12 hingga 28 September 2024 tanpa ada perpanjangan waktu,” ujar Robbah, Minggu (29/9/2024).
Proses seleksi akan dilakukan dengan ketat, sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Seleksi meliputi penelitian administrasi dan wawancara untuk memastikan kandidat terbaik yang akan bertugas di TPS.
“Kandidat yang lolos seleksi akan diputuskan melalui rapat pleno di tingkat kecamatan pada 23 hingga 25 Oktober 2024. Setelah itu, mereka yang terpilih akan dilantik pada awal November 2024,” jelasnya.
Meski antusiasme pendaftar sangat tinggi, Robbah juga menyebutkan bahwa beberapa pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), salah satunya karena usia di bawah 21 tahun atau tidak memiliki ijazah minimal SMA/sederajat.
Petugas pengawas TPS ini nantinya akan menjadi garda terdepan dalam mengawal proses pemilihan pada Pilkada serentak 2024, memastikan jalannya pemungutan suara berjalan sesuai aturan.
Dengan persiapan yang matang, Bawaslu Gresik berkomitmen menjaga integritas pesta demokrasi melalui pengawasan yang ketat di setiap TPS. [dny/but]






