Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Perumahan Magersari Indah Jalan Apel No 76 RT 001 RW 13 Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ditemukan meninggal di dalam rumah, Selasa (15/1/2024). Korban Stevanus Yulianto (60) seorang duda ditemukan sudah tak bernyawa setelah warga mencium bau menyengat.
Korban ditemukan sekira pukul 08.33 WIB setelah pembantu rumah tangga korban meminta tolong kepada satpam perumahan. Setelah dicek, korban ditemukan di dalam kamar dalam posisi terlentang. Tubuh korban membengkak, sementara wajah korban menghitam. Diduga korban meninggal lebih dari dua hari.
Petugas dari Unit Reskrim Polsek Magersari Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi menggunankan mobil ambulance PMI ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk divisum.
Satpam, Sutikno mengatakan, pembantu rumah tantan di rumah korban mengaku jika sudah beberapa hari datang ke rumah korban dan mengetuk pintu rumah korban tidak ada jawaban. Sehingga ia memberitahu hal tersebut agar mencari tahu keberadaan korban di dalam rumah dengan memanjat pagar.
“Saya diminta panjat pagar, terus terang saya tidak berani. Nek onok opo-opo, aku seng kenek (kalau ada apa-apa, saya yang kena). Saya mendekat, bau menyenggat. Sepeda motornya saya lihat ada di dalam, pintunya saya buka tidak dikunci. Korban terlentang di kamar, wajahnya hitam. Terakhir lihat, Jumat kemarin iya sakit-sakitan, stroke,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Magersari, Kompol Amat mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait penemuan jasad di Jalan Apel. “Korban ditemukan dalam keadaan membengkak. Untuk perkiraan berapa harinya (meninggal), kita belum bisa memastikan,” katanya.
Informasi yang diperoleh jika korban tinggal seorang diri di dalam rumah tersebut. Masih kata Kapolsek, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Korban duda, kemungkinan di rumah ini dia sendirian. Karena kematiannya tidak ada yang tahu, timbul bau maka tetangganya baru tahu korban sudah meninggal. Belum, kami masih pengecekan TKP. Apakah korban meninggal karena sakit atau sebab lain. Kita akan lidik lebih lanjut,” tegasnya. [tin/aje]
![Bau Menyengat, Duda di Mojokerto Meninggal Dunia Caption : Jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk divisum. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240116-WA0003_UpGiWFux7D.jpeg)






