Pasuruan (beritajatim.com) – Siapa sangka di balik jeruji besi Lapas Kelas IIB Pasuruan tersembunyi talenta seni yang luar biasa. Para warga binaan berhasil menciptakan karya batik ecoprint yang memukau, membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas.
Dengan tangan terampil, para warga binaan Lapas Pasuruan berhasil mengubah dedaunan dan bahan alami menjadi karya seni batik ecoprint yang unik dan indah. Proses pembuatan batik ecoprint yang ramah lingkungan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mereka, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri.
Kepala Lapas Pasuruan, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, merasa bangga dengan prestasi warga binaannya. “Karya mereka ini membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat, para warga binaan dapat berkreasi dan menghasilkan karya yang bernilai tinggi,” ujarnya.
Batik ecoprint yang dihasilkan oleh warga binaan Lapas Pasuruan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan karya-karya ini dapat dipasarkan secara luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi para pembuatnya.
Lapas Pasuruan terus berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang berkualitas kepada para warga binaan. Melalui berbagai program pembinaan, termasuk pelatihan keterampilan seperti membatik, diharapkan mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan produktif. (ada/kun)






