Bondowoso (beritajatim.com) – Jalan aspal di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, yang baru selesai dibangun pada tahun 2025, mengalami kerusakan setelah wilayah tersebut diterjang banjir luapan.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bondowoso karena menyangkut kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Cermee, Senin, 12 Januari 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan pascabanjir berjalan cepat dan tepat.
Turut mendampingi, Plt Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Ansori menjelaskan bahwa secara administrasi dan teknis, pekerjaan pembangunan jalan tersebut telah dinyatakan selesai 100 persen pada tahun 2025. Pembayaran kepada penyedia jasa dilakukan setelah pekerjaan dinyatakan memenuhi ketentuan.
“Pekerjaan itu kemarin sudah selesai 100 persen. Kalau tidak selesai, tidak mungkin kami bayar penyedianya. Secara kuantitas dan kualitas, pengerjaan sudah dinyatakan selesai,” kata Ansori.
Ia menegaskan, kerusakan jalan bukan disebabkan oleh kesalahan teknis pengerjaan, melainkan akibat luapan air yang sangat deras saat banjir terjadi.
“Air kemarin meluber sangat deras dari arah selatan ke utara. Sampai sekarang alirannya masih ada. Karena masih dalam masa pemeliharaan, kami minta rekanan atau pihak ketiga untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Bondowoso akan melakukan normalisasi aliran air di sekitar lokasi terdampak. Berdasarkan estimasi awal, kebutuhan anggaran untuk normalisasi atau pembangunan drainase di sisi kanan dan kiri jalan tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
“Normalisasi ini sudah kami sampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD sebagai atensi bersama,” tambah Ansori.
Terkait besaran kerugian akibat kerusakan aspal, Ansori menyebut pihaknya telah meminta tim teknis melakukan penghitungan, termasuk berkoordinasi dengan konsultan pengawas.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan penanganan kerusakan jalan dan dampak banjir di Cermee menjadi prioritas, sejalan dengan program infrastruktur tuntas (rantas) yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. (awi/ted)






