Pasuruan (beritajatim.com) – Beragam cara dan modus digunakan oleh para pelaku curanmor untuk bisa mengondol sepeda motor. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh maling motor di masjid Kejayan Pasuruan yang berpura-pura ikut sholat berjamaah maghrib.
Dengan memakai baju koko lengkap dengan sarung dan kopiahnya, seorang pria dengan santainya masuk dan langsung menjebol kunci motor honda Vario milik jamaah masjid Nurul Amanah di Desa Wrati, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, kemarin Sabtu (29/1/2023). Pelaku sempat bersembunyi di balik semak-semak ketika melihat ada seorang warga yang lewat.
Ketika melihat kondisi aman ketika para jamaah sedang fokus beribadah, pelaku kembali melancarkan aksinya.
Hanya butuh waktu kurang dari 15 detik, pelaku berhasil menjebol gembok di bagian cakram dan membawa kabur motor honda Vario bernopol N 6188 TDG. Menurut Asnawi, anggota takmir Masjid Nurul Hidayah, kejadian pencurian terjadi sekitar pukul 18.10 WIB.
Aksi pencurian motor itu terjadi sangat cepat. Korban baru menyadari motor miliknya hilang ketika selesai sholat maghrib berjamaah. “Tepas waktu sholat itu waktu sudah tahiyat akhir ada orang yang mendengar suara sepeda, orangnya terus lari, ” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”curanmor-pasuruan”]
Ia menyatakan, jika si pemilik motor bernama Muhammad Zakariya sudah melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Polsek Kejayan. “Itu motor warga sini, punyanya Pak Ahmad. Sepertinya sudah laporan ke polsek, tadi ada polisi ke sini, ” imbuhnya.
Sementara itu, Wakapolsek Kejayan, Iptu Ismanto membenarkan jika ada laporan pencurian motor di wilayahnya. “Korban waktu itu sedang jamaah di masjid Nurul Amanah, setelah sholat sudah tidak ada. Waktu itu sepeda terkunci setir dan digembok, ” ungkapnya.
Iswanto menambahkan jika motor Honda Vario bernopol N 6188 TDG yang berhasil dicuri adalah sepeda motor yang belum lunas kredit. “Menurut laporan korban, itu motor baru saja dikredit selama 6 bulan, ” pungkasnya. (ada/ted)






