Jember (beritajatim.com) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember, Jawa Timur, sedang menyiapkan peraturan bupati soal penggratisan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pajak Daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, Hendra Surya Putra, mengatakan, pembebasan BPHTB ditujukan kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya dari fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
“Peraturan bupatinya sudah kami siapkan. Nanti kriteria-kriterianya kami akan detailkan lagi agar tidak bingung saat pelaksanaan,” kata Hendra, Kamis (13/3/2025).
Penggratisan BPHTB ini masih perlu disosialisasikan Bapenda Jember. “Mungkin setelah lebaran kami sosialisasikan,” kata Hendra.
Tahun ini Pemkan Jember menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari BPHTB sebesar Rp 100 juta. Target tersebut sama seperti pada APBD 2024 yang terealisasi 75 persen. “Tahun 2023, targetnya Rp 80 miliar. Persentase capaiannya sekitar 90 persen,” kata Hendra.
Saat ini pendaftaran BPHTB sudah bisa dilakukan secara daring. “Cuma karena berkaitan erat dengan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), kondisi saat ini agak terganggu, karena pelayanan belum optimal,” kata Hendra.
Tidak optimalnya pelayanan ini tak lepas dari kurangnya petugas menyusul belum jelasnya status pegawai honorer non aparatur sipil negara (ASN) di Bapenda Jember. Lima puluh persen personel pelayanan Bapenda adalah anak-anak muda berstatus honorer non ASN.
Mereka saat ini masih mengikuti proses penerimaan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tahap pertama dan kedua. “Jumlahnya kurang lebih 10 orang,” kata Hendra.
Sebagian pegawai honorer itu masih bersedia membantu, bila ada keperluan mendesak. “Jadi kami siasati, kalau jam pelayanan tidak mencukupi, warga disarankan untuk menumpuk berkas dulu dan meninggalkan contact person. Nanti akan kami hubungi,” kata Hendra.
Namun kendati menghadapi kendala, Hendra percaya target BPHTB akan terpenuhi. “Mudah-mudahan, minta doanya. Memang berat, karena kondisi layanan belum seratus persen berjalan. insyaallah trennya membaik. Cuma karena memang kondisi membuat persentase tahun lalu turun karena target naik, walau dari sisi nominal uang tidak turun,” katanya. [wir]






