Surabaya (beritajatim.com) – Seorang bapak di Surabaya tega membakar istri dan dua anaknya di Dukuh Bulu, Lontar, Sambikerep, Jumat (14/04/2023) dini hari.
Pria yang tega melakukan aksi keji itu adalah Sutikno (53). Sebelum menyalakan api, Sutikno sempat bertengkar dengan istrinya NN (36) di rumah Dukuh Bulu Lontar itu.
Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri, Ipda Bambang Setiawan mengatakan jika polisi masih menyelidiki motif terkait aksi nekat Sutikno. Namun, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, Sutikno sempat memecahkan kaca jendela lantaran pintu utama dikunci oleh istrinya.
“Setelah itu, istrinya terbangun dan terjadi pertengkaran antara Sutikno dan istrinya. Kami belum tahu penyebabnya karena Sutikno dan istrinya masih menjalani perawatan,” ujar Bambang, Jumat (14/04/2023).
https://beritajatim.com/peristiwa/remaja-surabaya-hanyut-di-sungai-simo-hilir-meninggal/
Sutikno yang panas lantaran bertengkar dengan istrinya lantas mengambil bensin di jerigen ukuran 5 Liter yang berada di depan rumah. Sutikno pun langsung menyiramkan kepada istri dan kedua anaknya DR (22) serta AB (8) yang sedang tertidur. Tanpa pikir panjang, Sutikno langsung menyalakan korek yang ia bawa.
“Lalu korban menyulut dengan korek api sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran terhadap pelaku dan tiga orang korban,” imbuh Bambang.
Mengetahui ada aksi kebakaran, tetangga sekitar menyangka rumah Sutikno terbakar. Namun, setelah ramai-ramai didatangi warga mereka malah melihat 4 manusia sedang terbakar.
Akibat kejadian itu, Sutikno mengalami luka bakar 95 persen, istrinya NNZ mengalami luka bakar 90 persen, anaknya DRLS luka bakar 80 persen dan ABS luka bakar 10 persen.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Buyung Hidayat mengatakan, dari keterangan saksi warga sekitar bahwa kedua pasutri tersebut memang seringkali bertengkar.
“Mengingat korban adalah suami istri yang nikah siri,” katanya.
Buyung menjelaskan, saat warga sekitar tahu rumah korban terbakar, mereka langsung mendatangi dan berusaha memadamkan api yang membakar tubuh korban.
“Saksi melihat bahwa keseluruhan sudah dalam keadaan terbakar lalu warga sekitar berusaha untuk memadamkan korban tersebut menggunakan air,” pungkasnya.
Kini keempat korban tengah menjalani perawatan di RSUD dr. Bhakti Dharma Husada Kendung. (ang/ted)






