Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi menjadi salah satu daerah percontohan atau pilot project pelaksanaan Care Companion Program (CCP) yang digagas organisasi nirlaba internasional Noora Health. Program ini mengajak tenaga kesehatan untuk mengedukasi dan melatih keluarga pendamping pasien, sehingga perawatan di rumah dapat dilakukan secara benar dan efektif.
Care Companion Program yang telah berjalan sejak Januari 2025 ini melibatkan 1.175 tenaga kesehatan dari 45 puskesmas dan dua RSUD. Dokter, perawat, dan bidan dilatih menyampaikan edukasi kepada keluarga pasien, baik selama perawatan di rumah sakit maupun di rumah.
Co-CEO & Co-Founder Noora Health, dr. Shahed Alam, mengatakan pihaknya hadir di Banyuwangi atas rekomendasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Banyuwangi dinilai siap menerima program ini karena sistem kesehatannya berjalan dengan baik.
“Saat kami bertemu dengan Menteri Kesehatan, beliau merekomendasikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang siap menerima program ini,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Selain pelatihan tatap muka, program ini juga menyediakan layanan konsultasi jarak jauh berbasis WhatsApp. Melalui platform Pendamping Keluarga Noora Health, warga dapat mengakses informasi kesehatan dan mengajukan pertanyaan seputar perawatan pasien.
Pada kunjungannya ke Banyuwangi, dr. Shahed Alam bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani di Kantor Bupati pada 11 Agustus 2025. Ia juga meninjau langsung kegiatan edukasi yang dilakukan tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas.
Bupati Ipuk menilai pengasuh keluarga adalah komponen vital sistem kesehatan yang kerap terabaikan. “Keluarga memainkan peran sangat penting, meskipun seringkali diremehkan dan diabaikan. Program ini sangat baik karena fokus pada penanganan pasien di rumah. Dengan edukasi yang tepat, perawatan di rumah dapat mengurangi tingkat fatalitas dan mempercepat penyembuhan pasien,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyebut sebanyak 470 tenaga kesehatan telah mendapat pelatihan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sedangkan 705 lainnya mengikuti pelatihan gabungan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan KIA. “Program ini telah menjangkau hampir 50 ribu warga yang mendapatkan edukasi perawatan pasien di rumah,” pungkasnya. [alr/beq]






