Ringkasan Berita:
- Penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Kantor Cabang Mojokerto telah menjangkau sekitar 191 ribu penerima.
- Distribusi bantuan terus dipercepat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
- Penyaluran beras SPHP mencapai 5.600 ton atau 74 persen dari target 7.500 ton hingga 6 Juni 2026.
- Program bantuan pangan dan SPHP diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan serta stabilitas harga beras di masyarakat.
Mojokerto (beritajatim.com) – Penyaluran Bantuan Pangan di wilayah kerja Kantor Cabang Mojokerto terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, bantuan telah diterima oleh sekitar 191 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
Capaian tersebut menjadi indikator positif dalam pelaksanaan program bantuan pangan yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat desa, serta berbagai pemangku kepentingan, distribusi bantuan terus dipercepat agar seluruh penerima dapat memperoleh haknya secara tepat sasaran dan tepat waktu.
Pimpinan Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan percepatan penyaluran bantuan pangan menjadi prioritas agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.
“Dengan penyaluran bantuan pangan yang telah menembus 191 ribu PBP, kami optimistis target yang ditetapkan dapat tercapai sesuai jadwal,” ungkapnya.
Menurut Husin, capaian tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program perlindungan sosial.
Selain bantuan pangan, distribusi beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Hingga 6 Juni 2026, Kantor Cabang Mojokerto telah menyalurkan 5.600 ton beras SPHP atau sekitar 74 persen dari target penyaluran sebanyak 7.500 ton,” katanya.
Ia menjelaskan, keberhasilan penyaluran beras SPHP menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan beras di pasaran sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Beras SPHP disalurkan melalui jaringan distribusi resmi dan mitra pengecer yang tersebar di berbagai wilayah. Skema tersebut diharapkan mampu memastikan akses masyarakat terhadap beras tetap terjaga di tengah dinamika harga pangan.
“Ke depan, Kantor Cabang Mojokerto akan terus mengawal pelaksanaan kedua program tersebut melalui optimalisasi distribusi, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Pemantauan secara berkala juga dilakukan untuk memastikan seluruh target penyaluran dapat tercapai hingga 100 persen,” ujarnya.
Pemerintah berharap program bantuan pangan dan distribusi beras SPHP dapat terus berjalan optimal sehingga stabilitas pasokan serta harga pangan tetap terjaga. Dengan bantuan pangan yang telah menjangkau 191 ribu penerima dan realisasi distribusi beras SPHP yang terus meningkat, ketahanan pangan masyarakat di Mojokerto dan sekitarnya diharapkan semakin kuat. [tin/beq]






