Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar paparan publik tahunan secara daring pada 11 September 2025. Dalam acara tersebut, Bank Jatim memaparkan kinerja solid dan strategi ambisiusnya untuk menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia.
Menurut Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim, Arif Suhirman, Bank Jatim berfokus pada tiga sasaran utama: peningkatan kualitas aset, pendalaman ekosistem digital, dan peningkatan skala bisnis. “Bank Jatim menekankan pertumbuhan bisnis yang berfokus pada kualitas aset yang baik dan pertumbuhan dana yang berkelanjutan,” terang Arif.
Kinerja konsolidasi Bank Jatim hingga triwulan II 2025 menunjukkan hasil yang memuaskan. Aset perseroan mencapai Rp118,15 triliun, tumbuh 16,71% secara tahunan (year-on-year). Laba bersih konsolidasi juga melonjak 30,64% menjadi Rp811 miliar.
Di sisi penyaluran kredit, Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 15,91% secara tahunan. Kredit produktif menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan 19,71%, sementara kredit konsumtif tumbuh 12,75%. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi penyaluran kredit yang selektif dan terukur.
Salah satu pilar utama strategi Bank Jatim adalah pendalaman ekosistem digital. Melalui merek digitalnya, JConnect, Bank Jatim berupaya mengintegrasikan layanan perbankan untuk pemerintah daerah, UMKM, dan masyarakat agar lebih mudah dan aman.
Selain itu, Bank Jatim juga mengoptimalkan jaringan konvensional dan Agen Jatim yang tersebar luas. Program Agen Jatim ini tidak hanya memperluas akses perbankan, tetapi juga berkontribusi pada penyaluran kredit melalui sistem rujukan.
Di luar aspek bisnis, Bank Jatim berkomitmen pada pertumbuhan berkelanjutan dengan menyalurkan kredit kepada usaha berwawasan lingkungan senilai Rp5,65 triliun pada 2024. Perusahaan juga aktif dalam program tanggung jawab sosial, seperti di sektor pendidikan, kesehatan, dan budaya, sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.[rea]






