Sidoarjo (beritajatim.com) – Banjir yang melanda kawasan Waru, Sidoarjo, beberapa hari terakhir belum juga menunjukkan tanda-tanda surut.
Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah kawasan perumahan Pondok Chandra. Kondisi ini disebabkan oleh meluapnya sejumlah sungai di sekitar area tersebut, yang memperparah genangan air di kawasan permukiman.
Sejumlah warga yang terdampak mulai meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Mereka hanya membawa barang-barang berharga dan dokumen penting saat dievakuasi ke perumahan Deltasari.
“Ditinggal semua harta benda, hanya membawa surat berharga,” ungkap salah seorang warga Pondok Chandra saat ditemui.
Banjir yang tak kunjung surut ini diduga terjadi karena dangkalnya Kali Pondok Chandra, yang kini dipenuhi eceng gondok. Selain itu, kali tersebut merupakan area perbatasan yang diduga menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sehingga penanganannya terhambat.
Keluhan warga pun ramai disuarakan di media sosial, salah satunya di akun Instagram @infodarjo. Akun tersebut menampilkan sejumlah komentar yang menggambarkan keresahan warga terkait kondisi ini.
Seorang pengguna, @dianxxxx, menulis, “Itu sungai besar di perbatasan komplek Durian Pocan dengan Surabaya penuh eceng gondok. Padahal tahun sebelumnya selalu dibersihkan setiap musim hujan. Tapi kali ini dibiarkan saja. Lapor SS, ternyata antara Surabaya dan Sidoarjo saling lepas tanggung jawab. Lah kemarin-kemarin sudah benar, kok sekarang saling tunjuk. Kita bayar pajak makin mahal, gunanya apa sih? 😭”.
Keluhan serupa juga datang dari @Mangxxx, yang mengungkapkan, “Saya sudah tinggal 36 tahun di Pondok Chandra, tapi banjir kali ini benar-benar tidak surut.”
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi warga yang terdampak, sekaligus menjadi perhatian bagi pihak berwenang agar segera mengambil tindakan. Penanganan menyeluruh, termasuk normalisasi sungai dan koordinasi antara pemerintah daerah dan provinsi, diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah banjir di kawasan ini. (ted)







3 Komentar
Pejabat kalo males yo ngene iki
Duit sangat doyan
Pejabat publik yang malas
Duite doyan pelayanan gombal
Sangat parah
Juara lempar tanggung jawab
Pemerintah kabupaten Sidoarjo korupsi saja isinya…kerja ngak becus…bikin lapu disko dibawah tol pokcan yang tidak berguna. Sekarang banjir lepas tangan semua…bubar saja