Mojokerto (beritajatim.com) – Ada sebanyak 2.859 warga di empat kelurahan di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto terendam banjir. Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto membuka enam titik lokasi pengungsian untuk warga terdampak banjir.
Yakni di masjid, gereja, Rumah Susun Sangat Sederhana (Rusunawa) Cinde, balai RW, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Hingga Selasa (10/12/2024) siang, Tim Satkorlak dan relawan masih bersiaga jika sewaktu- untuk warga membutuhkan evakuasi.
Terutama bagi lansia, orang sakit, ibu hamil (bumil), serta balita. Sementara Posko Penanggulangan Bencana dipusatkan di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Kelurahan Blooto. Di lokasi tersebut, juga didirikan dapur umum terpusat.
Suplai makanan juga di empat titik dapur umum mandiri yang sebelumnya telah didirikan di empat titik wilayah terdampak banjir. Posko kesehatan juga dibuka di masing-masing lokasi terdampak banjir. Selain membuka layanan kesehatan, paramedis juga menyediakan paket obat-obatan maupun vitamin.
“Enam titik pengungsian tersebut akan lebih dioptimalkan mulai, Selasa malam. Karena warga tidak bisa menggunakan rumahnya untuk istirahat malam,” ungkap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono.
Mengingat masih banyak warga yang memilih untuk tetap bertahan meski rumahnya tergenang. Masih kata Dodik, ada lansia yang tidak berkenan untuk dievakuasi sehingga petugas terus lakukan pemantauan.
“Sementara warga yang membutuhkan pertolongan medis akan kami bawa ke puskesmas atau rumah sakit. Tapi juga ada posko-posko kesehatan di lokasi-lokasi terdampak banjir,” tuturnya. [tin/but]






