Magetan (beritajatim.com) – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung meninjau banjir yang melanda sejumlah titik di Magetan saat hujan deras, Sabtu (4/4/2026). Dia menyusuri kawasan terdampak mulai dari Pasar Sayur hingga wilayah utara untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Saat Magrib saya ditelepon warga, melaporkan daerahnya kebanjiran lagi. Saya langsung turun, menyusuri dari Pasar Sayur ke arah utara,” ujar dia.
Dalam peninjauan tersebut, Diana menemukan aliran air deras yang meluap dari saluran drainase di kawasan perempatan Pasar Sayur. Air keluar dari saluran yang tidak mampu menampung debit dan mengalir di badan jalan.
“Airnya keluar dari lubang drainase, lalu mengalir di jalan raya. Arusnya sangat deras, ini jelas berbahaya,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan ini.
Kondisi semakin parah di sekitar perempatan dekat SMP 4, di mana air dari area persawahan meluap hingga merendam fasilitas umum. Arus air yang kuat bahkan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan.
“Aspal sampai mengelupas. Ini bukan genangan biasa, ini sudah merusak jalan. Arus airnya kencang sekali,” tegas Diana.
Melihat situasi tersebut, Diana bersama warga melakukan pengaturan lalu lintas darurat untuk menghindari risiko kecelakaan. Kendaraan dialihkan ke jalur yang relatif lebih aman meski harus bergantian melintas. “Kami alihkan ke jalur yang lebih aman. Tidak apa-apa bergantian, yang penting pengendara selamat,” tutur mantan aktivis ini.
Dia juga menemukan adanya penyumbatan pada saluran drainase di Jalan Diponegoro akibat endapan lumpur. Dia menilai kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ke jalan. “Di Jalan Diponegoro, setelah dibuka, ternyata drainasenya tersumbat endapan lumpur. Ini yang membuat air tidak mengalir dan akhirnya meluap,” katanya.
Penelusuran dilanjutkan ke kawasan Pondok Az Zahro, di mana luapan air kembali terjadi dan memperparah genangan di wilayah sekitarnya. Debit air yang besar membuat kondisi semakin mengkhawatirkan. “Di situ airnya besar sekali, lalu turun ke bawah dan meluap lagi. Ini sudah ngeri,” ujarnya.
Meski air relatif cepat surut setelah hujan reda, Diana menilai persoalan ini tidak boleh dianggap selesai. Dia mengingatkan potensi dampak yang lebih besar jika tidak segera ditangani. “Memang airnya cepat surut. Tapi kalau dibiarkan, ini akan terus berulang dan bisa makin parah,” tegasnya.
Dia menyimpulkan bahwa permasalahan banjir di Magetan berkaitan dengan sistem drainase yang belum optimal. Diperlukan perbaikan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus terulang. “Drainase harus dihitung ulang kapasitasnya, saluran harus rutin dibersihkan, dan titik limpasan harus dipetakan dengan benar,” ungkapnya.
Diana juga meminta pemerintah segera menangani kerusakan jalan akibat banjir. Menurutnya, langkah cepat diperlukan untuk menjaga keselamatan masyarakat. “Kita tidak bisa menunggu. Ini soal keselamatan warga. Harus ada tindakan cepat dan nyata,” pungkasnya.[asg/kun]






