Gresik (beritajatim.com) – Banjir akibat meluapnya Kali Lamong kembali meluas, tidak hanya menggenangi wilayah yang dilalui aliran sungai, tetapi juga merendam daerah lain, termasuk Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Gresik.
Banjir setinggi 80 cm atau sepinggang orang dewasa membuat 482 warga terdampak dan kesulitan beraktivitas. Akibatnya, akses jalan dari Gresik menuju Surabaya yang melintasi Jalan Kepatihan Gresik terpaksa ditutup oleh warga guna mencegah gelombang air masuk ke rumah saat kendaraan melintas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, FX Driatmicko Herlambang, menyampaikan bahwa genangan air merendam jalan sepanjang 600 meter, sehingga pengguna jalan harus mencari rute alternatif.
“Jalan terputus akibat banjir, warga terpaksa menutup akses untuk mencegah gelombang air masuk ke permukiman saat ada kendaraan yang melintas,” ujarnya.
Salah satu warga Desa Boboh, Supriyanto, mengungkapkan bahwa banjir datang sangat cepat pada pukul 22.00 WIB malam sebelumnya.
“Air naik dalam hitungan detik, sehingga warga kaget dan tidak sempat bersiap. Kami khawatir banjir semakin parah karena curah hujan masih tinggi,” katanya.
Menanggapi kondisi ini, anggota Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menegaskan pentingnya percepatan normalisasi Kali Lamong dan pembangunan tanggul untuk mengatasi banjir.
“Selain normalisasi, pembangunan kolam retensi menjadi solusi agar banjir tidak semakin meluas. Kolam ini direncanakan dibangun di wilayah Balongpanggang dan Kedamean,” jelasnya.
Menurut Hamdi, meskipun sudah ada kolam retensi di Tambak Beras, Kecamatan Cerme, kapasitasnya belum mampu menampung debit air yang tinggi, sehingga luapan Kali Lamong masih terjadi.
“Percepatan pembangunan kolam retensi baru harus segera dilakukan sebagai solusi jangka panjang dalam penanggulangan banjir,” pungkasnya. [dny/but]






