Gresik (beritajatim.com) – Banjir yang melanda wilayah Kota Gresik beberapa hari terakhir tidak lain karena saluran air tersumbat benda rumah tangga berupa kasur yang dibuang seenaknya oleh warga.
Seperti beberapa hari lalu, begitu hujan deras di Jalan Gubernur Suryo, Jalan Jaksa Agung, Hingga Jalan Samanhudi tergenang air cukup dalam. Setelah hujan reda, petugas pun mengecek saluran air. Ternyata ditemukan ada kasur berbahan kapas menyumbat saluran air.
“Petugas langsung mengangkat kasur tersebut,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya Pemukiman dan Kawasan Perumahan (DCKPKP) Gresik, Ida Lailatus Sadiyah, Rabu (23/11/2022).
Masalah sampah seperti kasur, bantal, guling, hingga kursi, kata dia, menjadi penyebab saluran air tersumbat. Ini bukan kali pertama terjadi. Di tahun sebelumnya juga demikian, saluran air tersumbat oleh barang rumah tangga itu.
Ida menambahkan, ketika memasuki musim penghujan lalu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi itu langsung tepat sasaran. Saat itu warga dikumpulkan di kantor kecamatan, kemudian juga disosialisasikan oleh perangkat RT dan RW agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Sosialisasi itu sepertinya diabaikan karena masih ada warga yang melanggar aturan,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-gresik”]
Masih menurut Ida, pencegahan banjir di wilayah perkotaan ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Sebab, sebanyak 65 satgas drainase setiap harinya membersihkan 27 sistem drainase yang tersebar di wilayah kota. Tapi, masih ada tangan jail masyarakat yang nekat membuang benda ukuran besar di saluran air yang sering membuat mampet.
“Ini kan salah besar memanfaatkan musim hujan untuk membuang kasur. Seharusnya sama-sama dijaga agar saluran air itu lancar hingga ke laut.
“Harus diakhiri warga membuang sampah seenaknya ke saluran air yang dampaknya malah merupakan orang banyak,” tandasnya. [dny/but]






