Gresik (beritajatim.com) – Banjir di wilayah Gresik akibat meluapnya Kali Lamong mulai surut. Kendati tidak ada rumah warga yang tergenang, Jalan Raya Morowudi Cerme Gresik masih tergenang dengan ketinggian air mencapai 10 centimeter sepanjang 100 meter.
Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Cerme ke Benjeng itu bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua hingga empat. Khusus kendaraan truk harus melintas pelan-pelan.
Sebelumnya, sejak dua hari lalu wilayah Kecamatan Balongpanggang, dan Benjeng diterjang banjir imbas dari meluapnya Kali Lamong. Banjir kedua wilayah itu sekarang sudah surut. Tetapi air banjir mulai masuk ke wilayah Kecamatan Cerme.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) FX.Driatmiko Herlambang membenarkan air banjir bergeser ke wilayah Cerme.
“Dari laporan yang masuk hanya Jalan Raya Morowudi Cerme yang masih tergenang. Itupun hanya 100 meter saja,” ujarnya, Kamis (16/03/2023).
Ia menambahkan, saat ini tidak ada rumah yang terdampak banjir kiriman. Pantauan di lapangan, air menggenangi Jalan Raya Morowudi Cerme saja.
“Akses menuju Benjeng atau Balongpanggang lancar. Sebab, sudah tidak terendam banjir seperti kemarin. Sekarang sudah bisa dilintasi,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-gresik”]
Sementara itu, Agus Ismanto warga asal Cerme mengatakan, dirinya merasa lega banjir tidak mengganggu aktivitasnya. Pasalnya, saat masih ada banjir, dirinya terpaksa memutar cukup jauh saat hendak ke Kecamatan Benjeng.
“Terpaksa memutar lah wong Jalan Raya Morowudi Cerme terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Sehingga, kendaraan motor atau mobil tidak bisa melintas,” katanya.
Seperti diberitakan, banjir yang melanda Gresik Selatan sejak Rabu (15/3) merupakan banjir kiriman dari Lamongan dan Mojokerto imbas intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan Kali Lamong meluap. [dny/but]






