Tuban (beritajatim.com) – BPBD Kabupaten Tuban melakukan aksi cepat normalisasi aliran sungai dan pembersihan material lumpur di tujuh desa terdampak banjir pada Selasa (3/3/2026). Langkah ini menyusul hujan deras yang melanda wilayah Tuban sejak Senin (2/3) menjelang waktu berbuka puasa hingga mengakibatkan sejumlah sungai meluap.
“Ada 7 Desa yang terkena banjir dan 1 Desa di Prunggahan Kulon pohon tumbang yang menimpa rumah warga,” ujar Kepala BPBD Tuban, Sudarmaji, Selasa (03/03/2026).
Wilayah terdampak mencakup Desa Sumurgung di Kecamatan Tuban, Desa Genaharjo dan Sambongrejo di Kecamatan Semanding, serta Desa Ngrayung di Kecamatan Plumpang. Banjir juga merendam Desa Kapu dan Mandirejo di Kecamatan Merakurak, serta Desa Sumurgung di Kecamatan Montong.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tuban langsung bergerak melakukan pendataan dan pengecekan ke rumah-rumah warga sejak malam kejadian. Petugas memberikan bantuan teknis berupa penyedotan debit air guna membuang genangan yang masuk ke area dalam rumah warga.
“Dari semalam sampai pagi hari ini tadi kami BPBD telah menerjunkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan kaji cepat (assessment), proses evakuasi hingga pembersihan,” terang Sudarmaji.
Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum dan rumah tinggal yang terdampak luapan air. BPBD memfokuskan tindakan pada normalisasi drainase darurat agar sisa air tidak lagi menggenangi pemukiman penduduk.
“Kami telah melakukan asesment fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak banjir,” imbuhnya.
Petugas di lapangan juga melakukan evakuasi sisa lumpur dan endapan pasca banjir guna mengembalikan aksesibilitas lingkungan warga secara maksimal. Selain pembersihan fisik, normalisasi aliran sungai yang tersumbat menjadi prioritas utama untuk mencegah risiko banjir susulan.
“Kami juga melakukan normalisasi aliran sungai yang tersumbat oleh material kayu dan sampah, sehingga menyebabkan air di sungai meluap dan mengakibatkan banjir. Oleh karena itu, kami gotong royong bersama warga membersihkan sumbatan guna mencegah banjir susulan,” jelas Sudarmaji. [dya/beq]






