Madiun (beritajatim.com) – Bencana alam berupa banjir dan longsor melanda Kabupaten Madiun pada Sabtu (15/3/2025) pukul 17.40 WIB. Hujan deras yang terjadi sejak pukul 15.00 WIB menyebabkan kerusakan infrastruktur di beberapa kecamatan serta menelan satu korban jiwa.
Menurut laporan dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Dagangan, Kare, Wungu, Wonoasri, dan Gemarang.
Di Kecamatan Dagangan, bangunan di pinggir sungai runtuh dan hanyut akibat arus deras. Seorang warga bernama Wahyudiyono turut menjadi korban setelah hanyut terbawa banjir.
Sementara itu, di Kecamatan Kare, longsor terjadi di Jalan Raya Kare – Dungus, tepatnya di Jurang Dengkeng, dengan panjang 4 meter dan tinggi 3 meter, menutup sebagian jalan. Longsor juga terjadi di RT 17 RW 01 Dusun Dolog Desa Cermo, menimpa rumah dan kandang kambing milik Bapak Sirin, dengan total kerugian sekitar Rp 50 juta.
Selain itu, banjir melanda Jalan Raya Kare – Dungus, Desa Kuwiran, akibat saluran air yang tidak berfungsi, serta longsor di beberapa titik di Dusun Seweru, meliputi RT 28 (3 titik), RT 33 (1 titik), dan RT 34 (1 titik).
Kecamatan Wungu juga terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi, yakni 60 cm di Desa Sobrah dan Nglanduk, serta 80 cm di Desa Dempelan.
Di Kecamatan Wonoasri, banjir terjadi akibat luapan Waduk Dawuhan, merendam beberapa RT di Desa Sidomulyo dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Namun, saat ini banjir mulai berangsur surut. Di Kecamatan Gemarang, longsor menyebabkan dinding rumah di Desa Durenan ambrol.
BPBD Kabupaten Madiun telah berkoordinasi dengan unsur Tiga Pilar dan relawan Penanggulangan Bencana (PB) untuk melakukan tindakan tanggap darurat, termasuk pendataan lokasi terdampak.
Hingga Minggu (16/3/2025) pukul 00.50 WIB, BPBD terus memantau situasi dan akan memperbarui laporan jika ada perkembangan lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. [fiq/suf]






