Bondowoso, (beritajatim.com)– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso pada Rabu (12/3/2025) sore menyebabkan banjir bandang di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Curahdami dan Kecamatan Grujugan.
Akibatnya, jembatan di Dusun Gunung Pereng, Desa Wonosari terputus, menyebabkan 90 Kepala Keluarga (KK) terisolasi.
Selain itu, di Desa Sumber Salak, Kecamatan Curahdami, sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, kejadian pertama kali dilaporkan oleh warga melalui media sosial pada pukul 19:17 WIB untuk Desa Sumber Salak, dan pukul 22:06 WIB untuk Dusun Gunung Pereng.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, mengonfirmasi bahwa timnya segera melakukan asesmen ke lokasi kejadian.
“Kami langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kejadian. Jembatan yang terputus di Dusun Gunung Pereng memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 2 meter, sehingga akses warga benar-benar terputus,” ujar Sigit kepada beritajatim.com, Kamis (13/3/2025) pagi.
Sementara itu, di Desa Sumber Salak, Kecamatan Curahdami, banjir bandang menyebabkan tiga rumah mengalami kerusakan ringan, satu fasilitas umum rusak, serta dua sepeda motor milik warga hilang terbawa arus banjir. Jembatan kampung juga terputus, serta bronjong sepanjang 500 meter rusak.
Kapolsek Curahdami, Iptu Sunardi, yang turut serta dalam penanganan bencana ini menyatakan bahwa pihak kepolisian bersama unsur terkait, termasuk TNI, perangkat desa, serta dinas terkait telah dikerahkan ke lokasi.
“Saat ini kami bersama BPBD, Polsek, Koramil, PUPR, dan warga sekitar terus melakukan upaya koordinasi untuk penanganan darurat. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga yang terdampak,” jelas Iptu Sunardi dikonfirmasi terpisah.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di kedua lokasi masih dalam pemantauan. Debit air di wilayah tersebut masih terpantau deras dan cuaca mendung..Meski demikian, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini.
BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari banjir bandang ini.
Upaya penanganan telah dilakukan dengan melibatkan tim BPBD Bondowoso, Polsek Curahdami, Koramil Curahdami, perangkat desa, serta Agen Informasi Bencana Jawa Timur 5.5 Kabupaten Bondowoso.
TRC BPBD juga telah melakukan pembersihan material lumpur menggunakan cangkul, sekop, dan pompa air. Saat ini, kondisi debit air di Desa Sumber Salak terpantau mulai surut, sementara akses ke Dusun Gunung Pereng masih belum bisa dilalui.
Pihak berwenang kini tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membuka akses bagi warga terdampak, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan darurat atau alternatif lainnya guna memulihkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak. [awi/aje]






